Bangun Pergudangan, SMAN 1 Kediri Keberatan

GIRI MENANG–SMAN 1 Kediri, Kecamatan Kediri, Lombok Barat (Lobar) keberatan dengan proyek pembangunan gudang. Proyek ini dikhawatirkan kelak akan mengganggu aktivitas belajar mengajar lantaran lokasinya berdekatan dengan sekolah tersebut.

“Bukan hanya mengganggu belajar, tapi juga mengancam keselamatan siswa,” ungkap Wakil Kepala SMAN 1 Kediri, Fauzun, Senin (15/8).

Dengan dibangunnya gudang yang berdekatan dengan sekolah, dipastikan aka nada aktivitas lalu lalang mobil-mobil besar. Mobil-mobil tersebut akan keluar masuk gudang.

Sekitar Mei lalu, jelasnya, sekretaris Pemerintahan Desa Gelogor datang ke sekolahnya meminta tandatangan membenarkan bahwa keberadaan sekolah berada di sebelah timur gudang. Saat pihak sekolah mempertanyakan prihal tandatangan tersebut, pihak desa hanya memberitahukan untuk membuat batas-batas saja.

“Tanpa ada sosialisasi keberadaan gudang Gelogor. Jadi, baru kami tahu setelah ada pemasangan pengumuman dan penimbunan material di dekat sekolah kami,” terangnya.

Lantaran tandatangan itu, pihaknya merasa dijebak.  Ini karena tidak pernah ada soalisasi terkait keberadaan gudang yang akan dibangun. Setelah itu, areal seluas kurang lebih 90 are itu ditimbun. Kemudian, pada waktu bulan puasa ada dewan Lombok Barat dapil Labuapi-Kediri mempertanyakan pergudangan tersebut. “Dan ia bilang belum ada izin dan menyalahi aturan RTRW,” ceritanya.

Terpisah, Kepala Desa Gelogor, Safwan mengakui, keberadaan gudang pernah dikeluhkan warga. Namun setelah pihaknya melihat surat persetujuan bangunan yang berada di sebelah barat, selatan, timur tidak ada yang keberatan.

Semua berkas pembangunan gudang disodorkan ke pihak desa telah lengkap. Otomatis pihak desa mengeluarkan rekomendasi mengingat yang berhak mengeluarkan izin ada di kecamatan dan kabupaten.

Dikatakan, lokasi pergudangan yang dibangun merupakan lahan pertanian produktif. Namun melihat perkembangan pemerintah kabupaten mengalihkan menjadi industtri termasuk perumahan Rumak.

Menrutunya, adanya komitmen antara desa dengan pengelola gudang sudah ada kesepatan agar memprioritaskan para pekerjanya nanti berasal dari Desa Gelogor sendiri. Ini mengingat yang menjadi direktur gudang adalah warga Gelogor bernama Hasim. Termasuk saat ini yang bekerja menjadi tukang.

JIka gudang ini sudah kelar, bebernya, model aktivitas pergudangan akan seperti pergudangan di Dasan Cermen. Hanya untuk penyimpanan barang bukan untuk beraktivitas. Praktis,tidak mengganggu masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Kepala BPMP2T Lombok Barat, H. Efendi menyatakan, pihaknya mengeluarkan izin gudang setelah adanya rekomendasi dari BKPRD Lombok Barat. Ia mengaku ,sebelumnya ada oknum pegiat LSM bernama Samsul dan Hafidz datang ke Kantor Perizinan mempertanyakan hal ini. Mereka mempertanyakan hal tersebut karena ada guru yang melaporkan bangunan tersebut.

Ia sendiri telah turun sebelum mengeluarkan izin, dan daripada lahan itu nganggur, maka dibuatlah pergudangan yang bisa membuat orang bekerja. Sebenarnya dengan pihak sekolah sudah selesai dengan adanya janji bangunan tembok di belakang sekolah sebagai bentuk konpensasi. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid