Ali-Sakti Bangun Tol Gunungsari-Kayangan tanpa Utang

ali sakti
DISAMBUT: Ratusan masyarakat menyambut antusias calon gubernur NTB nomor urut 4 Ali BD.

SELONG – Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur NTB nomor urut 4 HM Ali Bin Dachlan dan TGH Lalu Gede Muhammad Wirasakti Amir Murni (Ali-Sakti) kembali melanjutkan kampanye dialogis ke Dusun Jak-Jak Desa Sakra Kecamatan Sakra Lombok Timur, Rabu kemarin (28/3). Ratusan warga tampak antusias menyambut kedatangan paslon gubernur Ali BD di kampung itu.

Pada kampanye kali ini, Ali BD kembali mengungkap soal rencana pembangunan jalan tol Gunungsari Lombok Barat menuju Kayangan Lombok Timur. Ali mengaku, rencana ini bukan sebatas janji kampanye semata. Tetapi akan direalisasikannya ketika menjadi gubernur NTB.

Bahkan, rencana itu akan menjadi program prioritas. Yang menarik, pembangunan jalan tol tersebut nanti akan dibangun tanpa utang. Pembangunannya akan menggunakan APBD Provinsi NTB sebesar Rp 5 triliun. ‘’Saya tidak membiasakan diri membangun dengan menggunakan dana utang. Meski dana jalan tol itu besar, namun kita membangunnya nanti tidak menggunakan dana utang dari siapapun,’’ tegasnya.

Pembangunan jalan tol Gunungsari-Kayangan perlu dibangun dengan berbagai pertimbangan. Salah satunya dengan melihat tingginya jumlah kendaraan yang melintas di jalan Gunungsari- Kayangan. Saat ini, dengan kondisi jalan yang ramai pengendara menempuh waktu sekitar 2 jam dari Kayangan menuju Gunungsari. Dengan adanya jalan tol itu nanti, penggguna jalan bisa menempuh jalan Kayangan- Gunungsari hanya sekitar 30 menit alias setengah jam saja. ‘’Selain itu, pertimbangan macet di pasar pinggir jalan menjadi pertimbangan kita untuk membangun jalan tol itu,’’ terangnya.

Pembangunan jalan tol tersebut di arget Ali rampung lima tahun saja. Tahun pertama akan dimanfaatkan untuk membebaskan lahan. Tahun berikutnya untuk pembangunan. Untuk memuluskan pembangunan jalan tol tersebut, APBD akan dihemat demi kepentingan pembangunan. ‘’Intnya kalau kita bsa menghemat anggaran, semua pembangunan untuk keperluan masyarakat bisa kita bangun dengan tanpa melakukan utang di manapun,’’ tegas lagi.

Menurut Ali, pembangunan tanpa utang itulah yang sebenarnjya dikatakan daerah otonom. Di mana daerah otonom merupakan daerah yang membelanjakan keperluan daerahnya yang sumber dananya berasal dari keuangan daerah itu sendiri. Bukan kemudian dalam melakukan pembangunan kerap kali mengandalkan pemerintah pusat yang kata lainnya yakni selalu menadah tangan ke level pemerintah di atasnya untuk mensukseskan pembangunan di daerahnya. ‘’Saya paling malu jika harus menadahkan tangan ke orang lain untuk keperluan daerah saya,’’ bebernya.

Selain itu, kesenian yang ada di pulau Lombok juga menjadi fokus perhatiannya untuk dikembangkan. Karena kesenian merupakan bagian dari kebudayaan dan kesenian merupakan cermin ketulusan jiwa. Menurutnya, orang yang tidak berkesnian dan berbudaya merupakan orang yang kering. Sehingga semua negara di dunia memiliki kesenian dan budaya sendiri. ‘’Pembangunan suatu bangsa adalah pembangunan kebudayaan,’’ sambungnya.

Pada kesempatan ini, Ali juga menyampaikan keprihatinanya atas dirumahkannya sebanyak 4 ribu guru honorer oleh pemerintah provinsi lantaran tidak bisa digaji. Oleh sebab itu, jika dirinya nanti terpilih menjadi gubernur, maka dirinya berjanji akan mengangkat kembali guru honorer yang dirumahkan tersebut. ‘’Bukan hanya itu, guru honrer SMA/ SMK yang dirumahkan pemerintah provinsi juga akan kita angkat kembali nanti,’’ katanya. Menutup pidatonya, Ali berjanji akan melanjutkan cita-cita mantan Gubernur NTB Lalu Serinata asal Sakra. Karena beberapa program dan cita-cita belum bisa terwujud. Oleh sebab itu, demi kepentingan itu, masyarakat Kecamatan Sakra diminta untuk memilih calon gubernur nomor urut 4 Ali-Sakti. ‘’Catat ini janji saya di hadapan bapak ibu sekalin kalau saya terpilih nanti menjadi gubernur NTB,’’ tandasnya. (tim)