Ahyar Abduh Bau Nyale di Pantai Kaliantan

Festival Bau Nyale akan Terus Dipromosikan

Festival Bau Nyale
BAU NYALE: Wali Kota Mataram, yang juga Cagub NTB, TGH Ahyar Abduh, Selasa dini hari kemarin (6/2), terlihat ikut turun ke pinggiran Pantai Kaliantan, Jerowaru, bersama ribuan masyarakat untuk mencari nyale. (IST FOR RADAR LOMBOK)

SELONG—Dinas Pariwisata Lotim  akan berupaya untuk terus mempromosikan pesta rakyat tahunan berupa Festival Bau Nyale.

Hal ini bagian dari dari upaya untuk meningkatkan jumlah  kunjungan wisatawan yang datang ke Lotim. Dispar sendiri menginginkan keberadaan Festival Bau Nyale kedepan akan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Tidak hanya di tingkat lokal dan nasional saja, melainkan dikenal oleh masyarakat dunia. “Kalau kita kedepan, menginginkan untuk terus mempromosikan, bahwa Festival Bau Nyale ini adalah pesta rakyat,” kata  Kepala Dinas Pariwisata Lotim, M  Juhad, Selasa kemarin (6/2).

Meski Festival Bau Nyale Kaliantan ini tupoksinya berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lotim. Namun setiap pagelaran, pihak Dispar Lotim tetap memberikan dukungan. Baik dalam bentuk bantuan dana maupun yang lainnya. Termasuk pada Festival Bau Nyale tahun ini. “DPA untuk festival ini berada di Dikbud. Jadi mereka yang menganggarkan. Kalau kita hanya membantu dan mendukung,” jelasnya.

Begitu halnya untuk Festival Bau Nyale tahun mendatang. Mereka juga menginginkan agar pelakasanaanya  bisa lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. “Tentu kita menginginkan agar bisa terus lebih bagus, dan berjalan dengan baik,” singkat dia.

BACA JUGA :  “Bau Nyale” Juga Digelar di Pantai Nambung

Sementara Kadis Dikbud  Lotim, Lalu Suandi mengatakan, Festival Bau Nyale  ini merupakan pesta rakyat, sehingga akan terus didorong sebagai  salah satu kegiatan kultural masyarakat Lotim. Maka dalam pelaksanaanya, tentu membutuhkan peran serta dari masyarakat itu sendiri. “Ketika pelaksanaan, kita lihat unsur kepanitiaan sebagian besar didalamnya adalah masyarakat. Sementara pemerintah sendiri dalam posisi membackup sesuai dengan kemampaun kita. Tidak hanya dari kita, tapi juga dari pemerintah provinsi,” ungkapnya.

Dikatakan, alokasi anggaran dari Pemkab Lotim untuk Festival Bau Nyale jumlahnya tidak terlalu besar. Namun anggarannya itu tidak hanya dari pemerintah saja, melainkan juga dibantu oleh masyarakat dengan cara swadaya dan pihak-pihak terkait lainnya. “Karena ini berkaitan dengan pariwisata. Tentu kita juga  berkoordnasi dengan mereka,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan supaya Dinas Pariwisata Lotim terus mempromosikan pesta rakyat ini dalam berbagai kegiatan yang mereka lakukan. Sehingga keberadaan Festival Bau Nyale Kaliantan akan semakin dikenal luas oleh masyarakat.

“Bagi saya, Bau Nyale ini tidak perlu harus kita kemas dalam bentuk yang modern. Tapi cukup dengan kondisi yang ada saat ini. Yang kita harus bisa adalah menjaga keamanan, kebersihan dan kenyamanan. Sehingga siapapun yang datang, mereka bisa merasakan kenyamanan,” pungkas Suandi.

Ada yang berbeda pelaksanaan puncak Festival Bau Nyale yang berlangsung di Pantai Kaliantan, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), Selasa dini hari kemarin (6/2), sekitar pukul 04.00 Wita, dibandingkan dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.Bagaimana tidak, ditengah-tengah kerumunan ribuan warga yang antusias mencari cacing laut yang muncul di pantai selatan Lotim ini sekali satahun, ternyata ada sosok pria bersahaja dan sederhana, TGH Ahyar Abduh, Wali Kota Mataram.

Ustad Ahyar, sapaan akrabnya, tampak menikmati ayunan sorok (nama alat tangkap Nyale, red), mencari Nyale dari titik satu ke titik berikutnya, bersama ribuan warga yang bahagia atas keluarnya cacing laut aneka warna tersebut.

“ini adalah bentuk kesederhanan Pak Wali Kota Mataram, yang selalu ingin bersama masyarakat,” kata Juru Bicara Cagub NTB, TGH Ahyar Abduh, Suaeb Quri kepada Radar Lombok, Selasa kemarin (6/2).

BACA JUGA :  Nyale Ditemukan Lebih Awal di Kaliantan

Menurutnya, TGH Ahyar yang kini menjadi bakal calon gubernur 2018-2023 berpasangan dengan H Mori Hanafi memiliki komitmen dan wujud keseriusan untuk mengelola Sumber Daya Alam (SDA). Termasuk pesisir pantai dengan tujuan sepenuhnya untuk kesejahteraan bersama.

Potensi laut yang lebih akrab dengan sebutan pembangunan berbasis poros maritim di NTB, saat ini belum banyak digarap. “Kalau pun di garap, tapi tidak bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat setempat,” kata mantan Ketua PW GP Ansor NTB ini.

Karena itu lanjutnya, Ahyar-Mori nantinya akan memastikan bahwa segala potensi alam yang ada di NTB betul-betul diperuntukkan bagi kesejahteraan masyarakat. Seperti diketahui, lokasi buru Nyale yakni di Pantai Kaliantan, Lotim, dan di Pantai Seger, Mawi, Selong Belanak di Lombok Tengah, serta di Pantai Sekotong, Lombok Barat. (lie/zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut