50 Persen Hotel di Mandalika Terpaksa Tutup

Samsul Bahri Sega (DEVI HANDAYANI/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Hotel di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah hanya 50 persen mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang berkepanjangan ini. Sedangkan yang lainnya memilih tutup terutama hotel dengan segmen pasar wisatawan mancanegara (wisman). Saat ini kondisi sudah mulai membaik dengan tingkat okupansi naik diangka 20 persen.

“Jadi yang 50 persen ini bagi kami hanya mungkin mampu untuk bertahan saja dan untuk merawat hotel. Karena pasarnya hanya untuk bule-bule (wisman),” kata Ketua Mandalika Hotel Association (MHA), Samsul Bahri Sega, Selasa (1/6).

Sekarang ini bagi vila yang memang sifatnya private dan segmenya Eropa mereka lebih memilih untuk tutup. Namun diharapakan untuk bisa segera pembatasan bisa dikembali dibuka. Pasalnya dengan dibuka kembali pembatasan tentu Wisman akan datang berkunjung. Mengingat di Juni hingga Agustus masuk pada masa high season, karena masa libur.

“Kondisi perhotelan di Mandalika berbeda dengan city hotel atau kawasan Senggigi, karena market hotel Mandalika mengandalkan wisman. Jadi mengharapkan dari bule-bule yang dari luar negeri, sementara semua apa yang kita tau penerbangan tutup semua,” terangnya.

BACA JUGA :  OJK dan Industri Jasa Keuangan Bantu Korban Bencana di Bima

Dikatakan Samsul, dari hotel-hotel yang masih bertahan ini banyak diantaranya para pekerja mereka terpaksa dipekerjakan dengan sistem shift. Apalagi sebagian diantara hotel harus tutup. Jumlah kamar hotel dengan pekerja satu banding satu, artinya jika total jumlah kamarnya 100, maka 100 orang pekerja. Untuk mensiasati agar tidak melalukan pemutus hubungan kerja (PHK), hotel memilih menerapkan sistem shift.

“Jadi memang ada dua sisi dilema pengelola, yaitu dari sisi bagaimana kita mempertahankan karyawan dan bagaiamana owner harus tetap survive. Ini yang harus selalu singkron supaya bertahan,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai mercusuar Lombok bahkan akan mengharumkan nama Indonesia untuk Mandalika. Jika memang dalam waktu dekat perhelatan (MotoGP) ini terjadi, maka akan sangat luar biasa.

BACA JUGA :  PHK Tinggi, Klaim BPJamsostek Meningkat

“Kita juga berharap negara negara luar membuka pembatasan mereka. Karena apa yang sebagai target 150 ribu sampai 200 ribu tamu bisa tercapai. Sehingga pengangguran dan tenaga kerja akan sangat banyak di butuhkan,” jelasnya.

Sementara itu, dalam waktu dekat akan ada hotel-hotel baru dibuka, baik di dalam KEK Mandalika dan di luar kawasan, yakni sebanyak 5 hotel akan dibuka. Artinya ini akan membuka peluang untuk menyerap tenaga kerja.

Terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi mengatakan, 50 persen pengusaha yang tutup merupakan di sektor pariwisata. Sedangkan di sektor lain, seperti peternakan, pertanian, UMKM tetap jalan. Kendati, bagi para pekerjanya dirumahkan pada sektor pariwisata mereka dipersiapakan untuk meningkat kemampuannya.

“Sebagian dari pekerja yg dirumahkan dilakukan up skill dan sebagian sudah berhasil membangun usaha mandiri,” katanya. (dev)