3002 Penenun Dibantu Modal Usaha

MENENUN: Sebagian besar warga Desa Sukarara terutama wanita menekuni profesi sebagai penenun. Sejak kecil anak-anak sudah dikenalkan dengan menenun (Saparudin/Radar Lombok)

PRAYA– Sebanyak 3002 penenun di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Lombok Tengah (Loteng) ditahun 2017 ini akan diberikan modal usaha  melalui Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa  (DD) oleh pemerintah desa setempat.

Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 140 juta.  

Kepala Desa Sukarara Kecamatan Jonggat Timan, kepada Radar Lombok mengatakan, untuk  membantu para penenun  setiap tahun pemdes menganggarkan modal atau bantuan yang berasal dari ADD ataupun DD. “Anggaran untuk penenun setiap tahun tetap kita berikan melalui ADD dan DD, dan tahun ini saja kita sudah siapkan Rp 140 juta,” katanya, Rabu kemarin (4/1).

Anggaran tersebut dihajatkan untuk membantu usaha warga ini agar terus berkembang. Apalagi sebagian besar warga desa setempat bergantung pada usaha menenun ini.  “Penenun ini bisa saya katakana sebagai jantung pengembangan prekonomian kami di desa,” imbuhnya.

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

Desa Sukarara sudah dikenal luas hingga mancenegara sebagai desa penghasil tenunan di Lombok. Karena itu, desa ini sudah menjadi desa wisata yang tetap ramai dikunjungi wisatawan. Bahkan Desa Sukarara sering kedatangan warga termasuk warga asing untuk belajar menenun. 

'' Bulan lalu terdapat 30 wisatawan dari Australia datang belajar menenun,'' jelasnya.

 Selain bantuan modal, pemdes  berupaya meningkatkan kemampuan para penenun. Belum lama ini, ada 4 orang penenun dikirim ke Jepang untuk melakukan pelatihan di Negara itu.

Timan menambahkan, selain membantu usaha  tenun, pihaknya telah banyak melakukan pembangunan  seperti perbaikan jalan lingkungn, penalutan drainse dan beberapa program lainnya, termasuk pengembangan di bidang pertanian. (cr- ap)