1 Korban TKI Tenggelam Asal Lombok Tengah

KORBAN : Inilah jenazah TKI korban kapal tenggelam atas nama Muhlip, warga Kampung Wijen Desa Kelebu, Kecamatan Praya Lombok Tengah. (BP3TKI NTB FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Tragedi kapal tenggelam di perairan Johor Malaysia Senin lalu (23/1), ternyata ada korban meninggal dunia asal Provinsi NTB.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Provinsi NTB, Mucharom Ashadi kepada Radar Lombok mengungkapkan, sampai saat ini telah ditemukan korban kapal tenggelam sebanyak 51 orang. “Dan ternyata memang ada satu jenazah yang telah teridentifikasi berasal dari Lombok Tengah,” terang Ashadi, Senin kemarin (30/1).

Identitas korban meninggal dunia asal Lombok Tengah tersebut atas nama Muhlip, warga Kampung Wijen Desa Kelebu, Kecamatan Praya. Muhlip berhasil diidentifikasi melalui data medis dan properti yang dikenakannya.

BACA JUGA : Pengirim Kapal TKI Tenggelam Orang NTB

Disampaikan Ashadi, dari 51 korban yang ditemukan, sebanyak 43 orang meninggal dunia dan 8 orang dalam kondisi selamat.  ''Keluarga sudah kami hubungi, Insya Allah besok (hari ini – red) akan kita pulangkan,” katanya.

Saat ini, pihaknya mengaku masih mengurus pemulngan  jenazah Muhlip ke Lombok Tengah. Meskipun korban merupakan TKI ilegal, namun semua biaya pemulangan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah dan tidak ada dibebankan kepada pihak keluarga.

Lebih jauh diungkapkan Ashadi, dari 43 jenazah yang telah ditemukan, baru 11 jenazah telah teridentifikasi. Sebanyak 8 jenazah teridentifikasi di Johor Malaysia dan 3 jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Batam. “Masih banyak yang belum teridentifikasi,” ujar Ashadi.

Saat ini masih terdapat 17 jenazah yang belum teridentifikasi di Rumah Sakit (RS) Mershing, Johor Malaysia. Sedangkan di RS Bhayangkara Batam masih ada 15 jenazah yang sedang proses identifikasi. “Sisanya tinggal 32 jenazah belum teridentifikasi,” ungkap Ashadi.

Mengingat masih banyaknya jenazah yang belum teridentifikasi, Ashadi  berharap tidak ada lagi korban yang teridentifikasi dari NTB.

Terkait dengan pengirim kapal atas nama Kasih yang merupakan orang Lombok, pihaknya masih belum mengetahui keberadaan pengirim kapal. Oleh karena itu, belum diketahui secara pasti identitas lengkap Kasih selaku pengirim. “Masih belum ada informasi kepastiannya  dimana keberadaan si pengirim,” katanya.

Wakil Ketua Komisi V DPRD NTB, H MNS Kasdiono merasa sangat prihatin atas tragedi kapal tenggelam. Apalagi kini telah ada korban teridentifikasi berasal dari Provinsi NTB. Hal ini tentunya semakin menambah luka di atas duka lama yang belum sembuh.

Menurut Kasdiono, TKI ilegal hanya bisa diminalisir jika semua pihak memiliki persepsi yang sama. Terutama pihak-pihak terkait seperti Imigrasi dan juga pemerintah kabupaten/kota. “Saya dengar sekarang sudah datang mesin paspor di LTSP, jadi untuk buat paspor TKI tidak perlu lagi ke Imigrasi. Harapan saya sih semoga bisa mengurangi maraknya TKI ilegal,” ucap Kasdiono. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid