Pengirim Kapal TKI Tenggelam Orang NTB

ILustrasi.

MATARAM – Seorang warga NTB diduga terkait  dengan peristiwa tenggelamnya kapal pengangkut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Batam ke Malaysia  yang menewaskan 12 orang.

Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) Provinsi NTB, Mucharom Ashadi mengatakan kapal yang mengangkut TKI dari Batam ke Malaysia. Namun saat berada di perairan Tanjung Leman, Mersing Johor Malaysia, kapal tersebut tenggelam. "Berdasarkan informasi dari korban yang masih hidup, kapal itu dikirim oleh orang yang bernama Kasih berasal dari Lombok Provinsi NTB," ungkapnya kepada Radar Lombok Selasa kemarin (24/1).

Penyebab kapal tenggelam, dikarenakan oleh pengaruh cuaca buruk. Akibatnya, kapal tidak bisa menahan ombak besar sehingga tenggelam di tengah laut. Kapal berangkat dari Bemban Batu Besar, Batam membawa penumpang sekitar 40 orang dengan tujuan Mersing, Johor Malaysia.

[postingan number=3 tag=”tki”]

Sejauh ini, korban meninggal dunia yang ditemukan baru 12 orang. Terdiri dari 6 orang laki-laki dan 6 orang perempuan. "Kita berharap tidak ada dari NTB walaupun pengirim kapal orang NTB, karena 2 jenazah yang sudah teridentifikasi bukan dari NTB," terang Ashadi.

Dua jenazah yang telah teridentifikasi berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).  Ashadi juga menyampaikan, telah ditemukan 2  penumpang kapal yang selamat atas nama Zainal Abidin asal Malaysia dan Siti Fatimah, usia 20 tahun asal Jawa Timur. Namun korban selamat yang melarikan diri diperkirakan 13 orang. "Kondisi yang selamat masih stres berat, makanya masih sulit dimintai  keterangan," kata Ashadi.

Untuk korban yang masih hidup, telah ditempatkan di posko sementara Tanjung Leman, Johor. Sedangkan delapan jenazah masih dalam proses identifikasi lebih lanjut. "Pencarian korban yang lain juga masih dilakukan, sekali lagi kita berharap tidak ada yang dari NTB," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, H Wildan saat dimintai keterangannya belum bisa menyampaikan apapun. Pasalnya, sampai saat ini Disnaker belum mendapatkan informasi apapun terkait kapal TKI yang tenggelam.

Langkah yang dilakukan Disnaker saat ini, terus melakukan penelusuran dan mencari informasi. "Belum ada info sampai sekarang, sedang ditelusuri. Makanya kita masih koordinasi dengan BP2TKI ini untuk mengetahui identitas korban," kata Wildan.

Diakuinya, rute kapal yang tenggelam memang sering digunakan oleh TKI ilegal asal NTB. Rute tersebut merupakan salah satu jalur tikus diantara jalur-jalur lainnya. "Intinya mereka ini penumpang TKI ilegal, sering dipakai oleh orang NTB. Tapi kita juga berharap tidak ada korban dari orang kita," ujarnya.

Terpisah, anggotaKkomisi V DPRD NTB, TGH Muammar Arafat yang membidangi masalah TKI sangat prihatin dengan tragedi kapal tenggelam. Mengingat, belum lama ini Provinsi NTB telah berduka karena puluhan TKI asal NTB meninggal dunia karena kapal tenggelam di perairan Batam, saat berlayar ke Malaysia.

Menurut politisi yang juga ketua Bapemperda ini, TKI ilegal seperti narkoba. Terlihat mereka sangat bahagia namun sebenarnya menderita. "Menumbuhkan kepercayaan masyarakat agar menjadi TKI resmi itu sulit, karena sosialisasi kita memang kurang," ungkapnya.

Untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya menjadi TKI ilegal, haruslah ada sosialisasi massif. Masyarakat harus mengetahui bahayanya menjadi TKI ilegal. Selain itu, masyarakat juga harus didorong secara lansung agar melalui jalur resmi, tentunya dengan pelayanan optimal dan tidak mempersulit calon TKI.

Selain itu, sikap tegas pemerintah dan penegak hukum sangatlah penting. Siapapun dan pihak manapun yang terlibat memberikan andil dalam pengiriman TKI ilegal harus ditindak. "Misalnya kapal pengangkut TKI, harus ditindak tegas dan tutup perusahaannya. Semua harus berbenah makanya ini," ucap TGH Muammar. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid