Warga Minta PT. ESL Hengkang dari Sekaroh

Tak serius : PT. ESL saat groundbreaking pembangunan eko wisata kawasan hutan Sekaroh, namun sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. (Dok/Radar Lombok )

SELONG – PT Eco Solutions Lombok (ESL) dianggap tidak serius berinvestasi di kawasan Sekaroh. Buktinya fasilitas yang akan dibangun di kawasan Hutan Lindung Sekaroh sampai sekarang tidak jelas keberlanjutannya.

Diketahui, PT. ESL mendapat izin berinvestasi di Lotim sejak tahun 2013. Bahkan pada bulan November tahun 2023 PT. ESL melaksanakan groundbreaking pembangunan eko wisata di kawasan hutan lindung Sekaroh. Hanya saja hingga kini PT ini belum melakukan aktivitas apapun. ” Sejak tahun 2013 sampai tahun 2024 ini pembangunan satu vila belum ada. Hanya pelatakan batu pertama saja dari dulu,” ungkap Kepala Desa Sekaroh H. Mansur. PT. ESL menguasai hutan Sekaroh sejak tahun 2013.

Baca Juga :  Mahasiswa Tewas Usai Tenggak Miras

Namun sejak diberikan izin hingga saat ini aktivitas PT belum terlihat. Yang ada, katanya, warga yang selalu mendapat tekanan. “Ketika masyarakat sudah mulai sadar, malah PT. ESL ini tidak membangun, hanya melakukan peletakan batu pertama lalu menghilang,”ucapnya.

Ia menduga PT. ESL tidak memiliki modal untuk membangun, apalagi membangun 100 hingga 200 vila seperti yang disampaikan mereka. “Saya jadi ingat kata Pak Ali BD (Mantan Bupati lotim,red) dulu, PT. ESL hanyalah investor yang tidak ada modal, dan investor akan. Kemarin saja pada peletakan batu pertama akan membangun vila 200 unit, sekarang mana vila itu, fondasi saja tidak ada,” imbuhnya.

Selain itu katanya, masyarakat Sekaroh yang merupakan penduduk setempat dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan, namun faktanya sekarang perusahaan merekrut pekerja dari luar desa. “Ini yang kami sesalkan, sementara janjinya akan mengangkat warga setempat dulu, tapi faktanya mengangkat tenaga dari luar, kalau begini kami pemerintah desa disalahkan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mahasiswa Tewas di Posko KKN

Mansur menegaskan masyarakat Sekaroh sangat mendukung  PT. ESL benar – benar serius membangun hutan lindung ini. Hal ini tentu akan sangat berdampak pada akan banyak tenaga kerja yang terserap. “Masalahnya sekarang PT ESL ini serius enggak melakukan pembangunan, karena dari tahun 2013 yang lalu akan – akan terus yang disampaikan, kalau memang tidak serius, sebaiknya angkat kaki saja,”tutupnya(lie)

Komentar Anda