Dua Tersangka Korupsi KUR BRI Ditahan, Satu Masih Berkeliaran

TERSANGKA: Dua tersangka penyaluran KUR BRI Kebon Roek, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, ketika hendak dibawa ke Lapas Kelas IIA Kuripan Lobar untuk ditahan. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram telah menahan dua dari tiga tersangka dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI Unit Kebon Roek, Kecamatan Ampenan,  Kota Mataram tahun 2020-2021.

“Iya (dua tersangka ditahan), inisial SAK dan SHB,” sebut Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Mataram, Muhammad Harun Al Rasyid, Rabu kemarin (15/5).

Penahanan kedua tersangka dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuripan Lobar. Mereka akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan. “Penahanan yang kami lakukan untuk kepentingan penyidikan,” ucap dia.

Kejari Mataram sebelumnya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dengan menemukan kerugian negara sebesar Rp 2,2 miliar. Selain SAK selaku pimpinan BRI Unit Kebon Roek, dan SHB selaku staf, juga menetapkan seorang perempuan dari luar pihak bank berinisial IWAK sebagai tersangka.

Baca Juga :  Tilang Manual Kembali Diberlakukan di NTB

Untuk tersangka IWAK ini masih berkeliaran, Kejari Mataram belum menahannya. Harun enggan memberikan komentar panjang lebar alasan tersangka IWAK tidak ditahan. “Kepentingan penyidikan,” timpalnya.

Dugaan korupsi penyaluran KUR BRI Unit Kebon Roek ini para tersangka bekerja sama untuk mengatur agar dana KUR bisa dicairkan. Tersangka IWAK bertugas mengumpulkan calon penerima. Akan tetapi, nama calon penerima yang dikumpulkan itu orang yang tidak memiliki usaha. Seharusnya, KUR itu disalurkan ke para pelaku UMKM.

Ketiga tersangka kemudian bersekongkol untuk mencairkan pinjaman dengan nominal berbeda. Setelah uang berhasil dicairkan, ketiga tersangka tidak menyalurkannya ke penerima yang diajukan. Melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka. Akibatnya, cicilan uang pinjaman tidak disetor lantaran para penerima tidak pernah merasa memiliki utang.

Baca Juga :  Jaksa Daftar Kasasi atas Vonis Bebas Nugroho

Kejari Mataram meningkatkan status penanganan dugaan korupsi KUR ini ke tingkat penyidikan, dengan menemukan adanya perbuatan melawan hukum (PMH) yang kuat pada tahap penyelidikan.

Salah satu hal yang mendasari perkara tersebut dinaikkan ke tahap penyidikan, perihal adanya hasil audit internal pihak perbankan. Dalam audit internal bank,  menemukan angka kerugian dari proses pengelolaan dana KUR untuk kategori mikro dan kecil yang ada di kantor unit Kebon Roek mencapai Rp 4 miliar dengan jumlah nasabah sebanyak 112 orang, dengan nominal pencarian berbeda-beda. (sid)

Komentar Anda