Warga Karang Cemes Teteskan Air Mata untuk Ali BD

ali BD
BLUSUKAN: Cagub NTB nomor urut 4 HM Ali BD saat blusukan di Desa Karang Cemes Kecamatan Pekat Kabupaten Sumbawa. Kampung ini merupakan perkampungan yang mayoritas dihuni suku Sasak.

SUMBAWA – Bertandang ke pulau Sumbawa tidak menyurutkan kebiasaannya sejak berpuluh-puluh tahun menyambangi setiap desa. Selasa siang kemarin, Desa Karang Cemes Kecamatan Pekat Kabupaten Sumbawa menjadi arah kunjunganAli BD. Sesampainya di desa itu, Ali BD memanfaatkan waktu dengan menyalami semua warga masyarakat Lombok yang sudah siap berdiri di depan rumahnya.

Dalam menyambangi warga kampung Lombok, calon gubernur nomor urut 4 ini diiringi musik tradisonal gendang beleq. Alunan musik gendang beleq ini semakin menyemarakkan suasana di dalam kampung Karang Cemes. Tidak sedikit warga asli Sumbawa juga turut ambil bagian menyalami sesosok yang sering mereka dengar namanya karena kontroversial yang dibuat selama menjabat sebagai Bupati Lotim. Bahkan, tidak sedikit dari warga yang bertemu meneteskan air mata.

Calon gubernur nomor urut 4 Ali BD di sela kunjungannya menyatakan, blusukan seperti ini sebanarnya sudah dari dulu dilakukannya sebelum tenar bahasa blusukan disematkan media kepada presiden Jokowi. Keliling kemana-mana di luar pulau Lombok merupakan bagian dari hidupnya. Dengan melakukan blusukan, diakuinya merupakan langkah yang paling tepat untuk mengetahui tempat-tempat terpencil. “Melalui blusukan saya mengetahui hampir semua tempat terpencil di Pulau Sumbawa, dan daerah terpencil itu belum tentu diketahui calon lain kendati mereka dari Sumbawa,” ungkapnya.

Diakuinya, berkelana bertemu dengan banyak orang seperti saat ini sudah dilakukannya lebih dari 30 tahun silam. Dia mengakui juga kalau senang berinteraksi dengan semua masyarakat, terutama masyarakat awam. Menurutnya, dalam berinteraksi tidak harus dilakukan dengan masyarakat kelas tinggi. Justru informasi bagaimana harus membangun sebuah daerah justru paling pas didapatkan dari masyarakat awam. “Sebagian program yang saya telurkan untuk membangun Lotim saya dapatkan dari persoalan dan kendala yang dihadapi masyarakat yang eknominya kurang,” terangnya.

Ditanya seberapa efektif langkah blusukan akan memengaruhi perolehan suaranya nanti di Pilkada NTB justru tidak ditanggapi serius. Menurutnya, jangan kemudian blusukan yang dilakukannya saat ini di Karang Cemes tidak ada kaitannya dengan Pilkada NTB. Kedatangannya ke kampung Lombok ini merupakan bagian dari silaturahmi yang dilakukan dan bagian dari ingin melihat kondisi masyarakat Lombok yang ada di Sumbawa. “Blusukan itu silaturrahmi yang utana kita lakukan dan saya paling senang diajak bertemu banyak orang,” terangnya.