Wabub Resmi Buka TMMD di Montong Gading

PEMBUKAAN TMMD: Wabup Lotim, H. Haerul Warisin menyerahkan peralatan bekerja secara simbolis kepada perwakilan anggota TNI AD yang akan melaksanakan TMMD ke 98, di Kecamatan Montong Gading, Rabu (5/4) (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Haerul Warisin, membuka pelaksanaan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 98, bertempat di Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lotim, Rabu  kemarin (5/4).

Kesempatan itu, Wabup Lotim menyampaikan, pihaknya mewakili Pemkab Lotim mengucapkan terima kasih, dan penghargaan setinggi-tingginya kepada TNI-AD, khususnya anggota Kodim 1615 Lotim, yang melaksanakan TMMD ke-98 di Kecamatan Montong Gading. Dimana untuk lokasi TMMD terdiri dari 4 desa, yakni Desa Pringgajurang Utara, Pringgajurang Induk, Pesanggrahan, dan Montong Betok.

“Program TNI Manunggal Masuk Desa ini merupakan kelanjutan dari program TNI terdahulu yang kita kenal dengan sebutan “ABRI Masuk Desa”. Dimulai sejak tahun 1980, dilaksanakan terpadu oleh ABRI/TNI, bekerjasama dengan instansi atau lembaga terkait, dan juga masyarakat,” jelas Haerul Warisin.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Disampaikan, sesuai dengan substansi tujuannya, TMMD membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus sebagai wahana untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dan rakyat, guna memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional melalui kegiatan yang terintegrasi secara berkesinambungan.

“Program TMMD ini menunjukkan adanya jalinan kerja sama dan koordinasi  yang baik antara TNI dan pemerintah daerah, dalam mewujudkan pembangunan di desa-desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Program ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tinggal di desa,” paparnya.

Sebagai program pemberdayaan masyarakat, TMMD diharapkan dapat mendorong keberhasilan pembangunan dengan langkah menguatkan dan menanamkan kembali budaya gotong-royong dalam masyarakat, yang merupakan budaya leluhur bangsa.

Dengan semangat kebersamaan serta gotong royong ini, akan menjadi modal besar guna menuntaskan semua persoalan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran dana yang dimiliki pemerintah.

Tahun 2017 ini lanjutnya, Pemkab Lotim hanya mampu menganggarkan Rp 600 juta untuk mendukung program TMMD, dalam bentuk dana hibah yang dilakukan bertahap.” Tentu nantinya akan kita lihat hasilnya yang luar biasa bagi masyarakat, seperti pembangunan jalan yang akan menjadi akses penghubung antar dusun dan antar desa, termasuk akses jalan untuk angkutan hasil pertanian,” ujar Haerul Warisin.

Selain pembangunan fisik tersebut, selama 30 hari ke depan melalui program TMMD terdapat juga sasaran non fisik, diantaranya diarahkan pada kegiatan penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara dan cinta tanah air, serta wawasan kebangsaan, yang dirasakan sangat bermanfaat dan perlu terus dikembangkan untuk meningkatkan cinta tanah air dan pengamalan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

Dalam TMMD ini kita dapat merasakan implementasi kegiatan gotong-royong secara utuh dan mengedepankan kepentingan masyarakat, karena mekanisme perencanaan TMMD yang disusun dengan sistem bottom-up planning yang melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat secara berjenjang, mulai dari tingkat desa sampai tingkat pusat, dan selanjutnya ditetapkan program TMMD.

Dengan perencanaan yang mengedepankan kepentingan masyarakat ini diharapkan kegiatan TMMD ini berdampak positif bagi pembangunan. Dalam konteks kepentingan akselarasi pembangunan, program TMMD dapat dinilai sebagai suatu terobosan yang efektif, efisien dan produktif seirama dengan tekad pemerintah untuk memacu kreatifitas dan prakarsa masyarakat dalam pembangunan.

Ukuran keberhasilan pembangunan adalah makmurnya rakyat di desa, dengan tidak mengesampingkan apa yang telah dicapai di wilayah perkotaan.Masalah pembangunan pedesaan di Kabupaten Lombok Timur ini bukanlah hal yang mudah, karena jumlah desa dan kelurahan yang cukup banyak yakni 254 Desa/Kelurahan dengan berbagai permasalahan yang tentunya tidak sama. Masing-masing desa memiliki masalah yang tersendiri pula.

“Program TMMD ini telah banyak membantu masyarakat dalam menyelesaikan setiap permasalahan, membantu memaksimalkan potensi desa. Keberhasilan TMMD menjangkau pelosok-pelosok desa seperti di lokasi TMMD sekarang ini tidak lepas dari konsep kemanunggalan dengan rakyat yang telah menjadi ciri dan kepribadian TNI yang dilahirkan dari rakyat.”ujarnya.

“Kita optimalkan pembangunan di desa, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karenanya, jadikanlah tugas mulia ini sebagai bagian langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat,” harapnya.

Sementara Kepala Staf Administrasi Kodim Lotim, Mayor Czi Edi Gustaman, dalam sambutan mengatakan kegiatan TMMD yang dilakukan di Kecamatan Montong Gading akan dilaksanakan selama 30 hari, dimulai dari tanggal 5 April hingga tanggal 4 Mei 2017 mendatang.

Terpilihnya Kecamatan Montong Gading  sebagai tempat pelaksanaan TMMD ini, karena masih terdapat beberapa dusun yang terisolir. Dimana masyarakat masih kesulitan sarana penghubung untuk hasil pertaniannya. “Selain itu juga masih jauhnya jarak yang menghubungkan antara desa satu dengan desa lainya di Montong Gading,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan TMMD di Desa Pringgejurang Utara, ada pembukaan jalan baru sepanjang 1.500 meter, dengan lebar 5 meter, dan pemasangan gorong-gorong di 11 titik Dusun Pengengat menuju Dusun Loang Tunten, Desa Pringgejurang Induk.

Selain itu, di Dusun Penyangkar menuju Dusun Pondok Due, Desa Pringgejurang Utara, juga terdapat pembukaan jalan baru sepanjang 350 meter, dengan lebar 5 meter, dan pemasangan gorong-gorong di 5 titik.

Sementara di Desa Pringgejurang Utara terdapat pembukaan jalan baru  sepanjang 950 Meter, dengan lebar 5 meter, dan pembuatan plat beton, serta pemasangan gorong-gorong di 2 titik yang berada di Dusun Dasan Baru menuju Desa Pesangrahan. Pun pembukaan jalan baru sepanjang 250 meter, dengan lebar 4 meter, dan pemasangan gorong-gorong di 4 titik, dan pembuatan plat beton di Dusun Tamling, Desa Pringgejurang Induk menuju Desa Loyok.

“Dan juga nantinya akan dibangun Pos Siskamling yang berada di perbatasan Pringge jurang Induk dengan Desa Loyok, untuk mengantisipasi adanya kejahatan di dua desa ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk Desa Pesanggarahan terdapat pembukaan jalan baru sepanjang 1.200 meter, dengan lebar 5 meter, pemasangan gorong-gorong  di 9 titik, dan pembuatan plat beton di 4 titik, serta pembuatan plat dunker di Dusun Bagke, Desa Pesangrahan, menuju Ponpes Imam Barzah, Desa Prian. ”Kalau untuk Desa Montong Betok terdapat pembukaan jalan baru sepanjang 1000 meter, dengan lebar 5 meter, pemasangan pentalutan, dan gorong-gorong di 7 titik, mulai dari SMAN Montong Gading menuju Dusun Lekak Rempeng, Desa Montong Betok,” tutupnya. (cr-wan)

BACA JUGA :  Polisi Buka Segel Kantor Desa Ombe Baru