Usai Lebaran Idul Fitri, Harga Pangan Pokok Masih Tinggi

Usai Lebaran Idul Fitri, Harga Pangan Pokok Masih Tinggi
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Kebon Roek melayani pembeli, Selasa kemarin (20/6). (HISNAINI/RADAR LOMBOK)

MATARAM Kendati puasa Ramadhan dan lebaran Idhul Fitri sudah lewat, namun harga sejumlah kebutuhan pokok usai lebaran pun masih tetap tinggi. Bahkan, sejumlah bahan pokok, cenderung mengalami kenaikan, meski tidak terlalu signifikan. Salah satu harga kebutuhan pokok strategis yang masih mengalami kenaikan harga adalah daging ayam broiler di pasar tradisional yang tembus di atas Rp42 ribu/kg.

Pedagang daging ayam broiler di Pasar Kebon Roek, Ampenan, Rani mengaku jika harga daging ayam broiler belum ada tanda-tanda turun, meski puasa Ramadhan dan lebaran Idhul Fitri sudah lewat. Bahkan, justru harga daging ayam cenderung mengalami kenaikan.

“Harga daging ayam justru terus mengalami kenaikan meski sudah lebaran Idhul Fitri. Mungkin karena tingginya permintaan jelang lebaran Topat,” kata Rani, Selasa kemarin (20/6).

Sama halnya dengan pedagang daging ayam lainnya, yakni Fitri yang menyebut menjual daging ayam Rp42 ribu/kg. Harga ini juga sudah naik dari tempatnya mengambil daging ayam, maka dari itu, Fitri kembali menaikan harganya diatas Rp45 ribu/kg.

“Meski harga terus naik, tapi konsumen tetap membeli daging ayam, karena kebutuhan lebaran Topat,” tuturnya.