Usaha Madu Trigona Laris Manis

MATARAM – Madu trigona menjadi primadona di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, madu dihasilkan oleh lebah trigona merupakan bahan utama suplemen kesehatan dan banyak dikonsumsi masyarakat, seperti propolis dan bee polen. Karena banyak manfaat, bisnis madu trigona laris manis hingga kewalahan menerima pesanan.

“Permintaan pasar untuk madu trigona ini cukup tinggi. Dari 450 koloni lebah yang saya punya saja itu bisa menghasilkan pendapatan Rp 6,7 juta lebih perbulannya,” ujar salah satu pembudidaya Madu Trigona di Sekotong Lombok Barat, Zulhadi, Kamis (9/9).

Permintaan untuk madu trigona pada masa pandemi memang cukup tinggi. Saat ini banyak permintaan hingga ia bersama dengan anggota kelompok tani hutan (KTH) madu Sekotong kewalahan menerima pesanan. Mulai dari ukuran 250 ml hingga 500 ml. Sementara untuk ketersedian belum mencukupi untuk bisa memenuhi permintaan konsumen.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Umrah, Travel Tunggu Aturan Resmi Kemenag

“Kalau 250 ml seharga Rp110 ribu dan 500 ml seharga Rp 200 ribu. Sebenarnya madu trigona ini justru lebih dulu digemari wisatawan mancanegara,” tuturnya.

Dikatakan, karena banyak anggota yang dulunya merupakan pekerja di sektor pariwisata, seperti travel, sehingga madu ini kerap dijadikan buah tangan wisatawan asal Jerman, Maroko, Singapura dan Malaysia. Kini, pandemi membuat mereka harus merubah target pasar ke arah lokal.

“Penjualannya ini meroket sampai 80 persen atau sekitar 5-10 liter mampu terjual per bulan. Kalau untuk pasar tingkat lokal juga domestik kita tidak sulit,” terangnya.

Selain itu, untuk pasar luar daerah sudah banyak, seperti Bali, Surabaya, Jawa Tengah, Bandung, Jakarta, dan Batam. Permintaan dari daerah-daerah tersebut cukup tinggi, begitu juga di dalam daerah.

BACA JUGA :  Hari Ini, Subsidi Upah Pekerja Mulai Cair

“Produk kita juga sudah masuk ke ritel modern, seperti Lotte Mart,” katanya.

Sementara itu, koloni lebah madu trigona yang ada di bawah naungan KTH sekitar 1.500. Dengan anggota berjumlah 25 orang memiliki jumlah koloni bervariasi, mulai 20-500 koloni. Masing-masing koloni dibagi per bagian yang dipanen bergilir setiap bulan. Sehingga meskipun hasil panen per bulan terhitung kecil namun kontinyuitas dan stok tetap terjaga. Saat

“Kalau kondisi cuaca kemarau, produksi bagus bisa dipanen 500 ml sampai 1,5 liter madu. Tapi kalau musim hujan itu lebih sedikit hasil panennya,” jelasnya. (dev)