UN Model Baru Dinilai Lebih Bagus

Lalu Syauki MS (Nasri/Radar Lombok)

MATARAM—Perlahan tapi pasti, model Ujian Nasional (UN) dengan hanya mengambil mata pelajaran yang diminati siswa mulai terlihat sisi positifnya. Tidak sedikit sekolah dan madrasah yang menilai model UN baru ini berdampak baik terhadap dunia pendidikan.

“Manfaatnya sangat besar dirasakan oleh anak-anak ketika berkuliah nanti ketika mengambil program studi yang linier,” ungkap Kepala MAN 2 Mataram, Lalu Syauki MS, Selasa (24/1).

Manfaat lain dari UN model baru ini, ujarnya, juga hemat waktu. Siswa tidak perlu menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk menjawa soal mata pelajaran yang kurang diminatinya.

Menurutnya, kondisi ini berbanding terbalik dibandingkan ketika siswa diharuskan mengikuti ujia semua mata pelajaran. Model ujian kali ini dinilai jauh lebih sederhana dan efektif.

Tak hanya itu, Syauki juga menjelaskan, manfaat model UN seperti ini membuat siswa lebih fokus pada mata pelajaran yang digandrunginya. Praktis, ketika mengambil jurusan di perguruan tinggi, tingkat penguasaan terhadap disiplin ilmu yang didalami semakin baik.

[postingan number=3 tag=”un”]

Ia mengatakan, hal menarik dari pelaksanaan UN Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini, data selama pelaksanaan UN akan disinkronkan dengan link SNMPTN yang digelar setiap tahun oleh pemerintah. Dalam hal ini, siswa yang memilih mata pelajaran sesuai jurusannya sudah terdata di link SNMPTN tersebut. Praktis, keadaan saat ini akan semakin mempermudah kesinambungan yang jelas terhadap kemampuan para siswa kedepannya.

Dengan begitu, dari seluruh siswa akan memiliki profesionalisme keilmuan di setiap generasi bangsa kelak. "Saya yakin regulasi baru UN ini akan menghasilkan ilmuan-ilmuan yang handal kelak," ucapnya.

Sementara itu, Waka Kesiswaan MAN 2 Mataram, Mecy mengatakan, dalam UN model baru ini cukup menguntungkan bagi siswa. Sebab dinilainya siswa akan lebih fokus dengan jurusan yang diambilnya. Dengan begitu siswa pun akan semakin memperdalam dan menghasilkan rasa penasaran nantinya untuk mengambil jurusan yang sama di perguruan tinggi.

Namun dalam hal ini, karena ini sifatnya masih baru. Pihaknya terus mensosialisasikan agar siswa tidak meremehkan dengan pengambilan jurusan pada setiap siswa. (cr-rie)