Jurusan Baru Bakal Jadi Rebutan di SMKN 2 Prateng

PRAYA—Tahun ajaran baru ini di SMKN 2 Praya Tengah Lombok Tengah (Loteng) membuka jurusan baru. Yakni jurusan teknik pengelasan dan teknik energi terbarukan.

Kepala SMKN 2 Praya Tengah, Akhirman Bakri M MPd mengatakan,  pembukaan dua jurusan baru ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masyarakat dan pasaran. Sebab dua jurusan ini dinilai paling banyak yang akan dimintai oleh siswa.

Dikatakan, dua jurusan baru ini memiliki peluang besar untuk keterampilan yang dibutuhkan di masyarakat.  “Kendati jurusan baru ini masih belum banyak dikenal, namun saya yakin jurusan ini bakal menadi rebutan. Sebab peluang kerjanya yang lebih luas,” katanya, Senin (13/6).

Diyakininya dua jurusan ini akan banyak peminat mengingat persaingan di bidang usaha, industri dan yang lainnya terus mengalami kemajuan pesat. Praktis, untuk menyambut kemajuan ini, pihaknya telah mengupayakan membuka jurusan baru tersebut.

BACA JUGA :  Berharap Ada Program Cetak Sawah Baru

Untuk mensukseskan pembukaan jurusan baru ini, pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui media masa, pamflet dan melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah. Dimana dua jurusan ini, paling banyak diminati ketika melakukan sosialisasi ke beberapa sekolah. “Sistem angket kita sudah coba, ternyata dua jurusan ini tidak kalah banyak meminatinya, dengan jurusan yang sudah ada,” sebutnya.

Untuk menyambut membeludaknya siswa yang masuk ke SMKN 2 Praya Tengah, beberapa bulan lalu, sekolah telah menambah rombongan belajar (Rombel). Sebab target untuk tahun ajaran baru ini, untuk siswa baru saja ditargetkan, 16 Rombel.

BACA JUGA :  SMA Swasta Ingatkan Jangan Ada Jalur Tikus

Banyaknya jumlah yang telah disiapkan, jelasnya, lantaran ditaksir jumlahnya mencapai 600 orang. Namun yang akan diterima sekitar 568 orang siswa baru.

Bakri menambahkan, dari 12 Rombel itu, tahun ini pihaknya juga akan menerima siswa yang memiliki kebutuhan khusus atau disabilitas. Khusus untuk siswa disbilitas, akan diarahkan ke jurusan teknik menggambar bangunan.

Dibukanya khusus untuk siswa disabilitas, sebab tahun sebelumnya ada siswa disabilitas yang sempat diajar dan sekarang masuk di universitas terbaik di Malang. “Intinya yang penting mereka mau belajar, baik berkebutuhan khusus, kami pun siap membimbing, sebab tahun lalu saja ada siswa yang berkebutuhan khusus di terima di Universitas terkemuka di Malang,” sebutnya. (cr-ap)