Transform-PPK Sampoerna Ajari Masyarakat Buat Es Krim

TRANSFORM: Para anggota CLG dari tiga desa, Jantuk, Padamara dan Kabar, foto bersama Transform NTB dan PPK Sampoerna, usai pelatihan ketrampilan upaya peningkatan ekonomi masyarakat (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Transform NTB dan Pusat Pelatihan Ketrampilan (PPK) Sampoerna melaksanakan program pelatihan keterampilan pembuatan es krim dan sari buah, serta selai nanas kepada masyarakat di tiga desa, yaitu Desa Jantuk, Padamara dan Kabar.

Bertempat di Kantor Desa Jantuk, Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur, kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari, Jum’at dan Sabtu (5/3) lalu, dengan sasaran para perempuan petani dan buruh tani tembakau yang tergabung dalam  Community Learning Group (CLG).

Sebanyak 30 orang peserta pelatihan yang merupakan anggota CLG di tiga desa tersebut. Tujuannya adalah bagi upaya pengembangan ekonomi masyarakat, sehingga dapat menunjang peningkatan kesejahtraan masyarakat tiga desa tersebut. Dimana dengan pemanfaatan bahan baku lokal yang banyak diperoleh dari daerah sekitar seperti nanas, akan sangat mendukung aktivitas ini. Sehingga kedepan dapat menjadi usaha mandiri masyarakat. Disamping kegiatan ini tentu akan sangat membantu dalam peningkatan nilai jual bagi hasil pertanian masyarakat berupa nanas, yang diolah menjadi sari buah dan selai nanas.

Dalam pelatihan tersebut, narasumber yang berasal PPK Sampoerna mengajarkan bagaimana cara membuat es krim, sekaligus juga mengajarkan cara pengemasan yang baik, hingga pada bagaimana strategi pemasarannya. “Kami akan mengembangkan hasil pelatihan yang kami dapatkan ini, sehingga nantinya akan menjadi sebuah usaha bagi kami ataupun kelompok, khususnya es krim dan sari buah nanas,” kata Ketua CLG Jantuk, Husnul Khotimah.

Sebanyak 10 orang anggotanya yang ikut serta dalam kegiatan ini dikatakan sangat antusias mengikuti pelatihan. “Sebelumnya kita telah banyak mendapatkan pelatihan-pelatihan keterampilan, namun tidak ada yang bisa dijalankan lantaran prospeknya kurang baik dan kurang diterima masyarakat,” ujarnya.

“Tapi dengan pelatihan membuat es krim dan sari buah nanas ini, kami yakin akan dapat kami kembangkan, lantaran sehari-harinya hal ini sangat diperlukan masyarakat, terutama es krim,” imbuhnya.

[postingan number=3 tag=”lotim”]

Bahwa anak-anak sangat menyukai es krim, sehingga dia optimis es krim ini nantinya akan dapat berjalan sebagai usaha dan kegiatan anggota, bahkan masyarakat di desanya.

Ketua CLG Desa Padamara, Aminah juga mengaku sangat yakin, jika es krim nantinya akan dapat dikembangkan sebagai sebuah usaha yang menjanjikan. Lantaran sangat digemari, terutama di kalangan anak-anak. “Bahkan citarasanya tidak kalah dengan es krim yang di toko, sehingga kami sangat optimis ini akan dapat kami kembangkan kelak menjadi sebuah kegiatan usaha yang memiliki prospek bagus bagi anggota CLG, dan masyarakat di desa kami,” yakinnya.

Demikian pula dengan minuman sari buah nanas yang diajarkan, dinilai juga sangat prospektif untuk dikembangkan sebagai minuman yang sehat dan segar. “Pelatihan ini sangat bagus dalam upaya menggali kemampuan kami, dan kami berterimakasih kepada Transform pelatihan ini dapat menyentuh kami,” imbuhnya.

Senada, Ketua CLG Jantuk, Husnul Khotimah, meyakini bahwa bahan baku bagi pembuatan ketiga keterampilan yang diberikan tersebut sangat mudah didapatkan, terutama nanas. Dimana buah ini banyak dihasilkan di Sikur, Masbagik dan Pringgasela. Disamping mudah didapatkan, juga nilainya terjangkau, sehingga akan sangat mendukung kegiatan ini nantinya.

Sementara Ketua CLG Tunas Kabar, Kecamatan Sakra, M Zainur, mengatakan manfaat pelatihan ini bagi para anggotanya sangat besar. “Minimal hal ini untuk kebutuhan sendiri, sehingga dapat mengetahui cara membuat es krim dan sari buah, serta selai dari nanas. “Kedepan kami sangat berharap akan dapat dikembangkan sebagai usaha,” katanya.

Bahkan bila perlu akan membangun kemitraan dengan pihak lain dalam upaya mengembangkan kegiatan ini, sebagai usaha yang dapat diandalkan menjadi sumber hidup dimasa mendatang.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Jantuk, Armala juga sangat respek atas pelatihan yang diberikan Transform dan PPK Sampoerna ini. “Selanjutnya kami akan sinkronkan degan kegiatan PKK, sehingga kegiatan ini sekaligus akan menjadi kegiatan PKK Desa Jantuk,” katanya.

Dia berencana akan mengajukan kegiatan ini sebagai bagian dari aktivitas dan prorgam PKK Desa Jantuk, sehingga tahun ini dapat dianggarkan melalui dana desa atau ADD.

Sementara Sri Widowati, PPK Sampoerna mengatakan, pelatihan ini akan memberikan peluang bagi masyarakat dalam upaya pengembangan ekonomi kreatif, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan mereka. Berharap paska pelatihan ini kedepan akan dapat lebih dikembangkan, sehingga dapat memberikan tambahan penghasilan.

Pelatihan yang diberikan adalah tata cara membuat es krim dengan cita rasa yang tidak kalah dengan es krim di toko-toko. Sekaligus mengajarkan tentang teknologi pengemasan, sehingga dapat bersaing dipasaran. Sementara untuk minuman sari buah nanas diproleh dengan hasil proses dari buah nanas yang diolah dengan cara sederhana menggunakan peralatan rumah tangga, yang rata-rata dimiliki ibu-ibu di rumah. Dimana nanas di blender dan kemudian diperas, dan ampasnya dijadikan selai nanas.

Sementara itu Manager Program, M. Mukhtar mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan dan juga pendampingan bagi CLG di tiga desa ini dalam memotivasi dan pelatihan kepada masyarakat luas. Sehingga pelatihan ini tidak saja diberikan pada para anggota CLG yang hadir saat itu akan tetapi juga bagi anggota lainnya yang tidak sempat hadir bahkan juga pada masyarakat luas di masing-masing desa lokasi CLG tersebut. (lal/adv)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid