TPA Kebon Kongok Masih Bisa Tampung Sampah

TAMPUNG SAMPAH : TPA Kebon Kongok dinilai masih bisa menampung sampah.(ISTIMEWA/Radar Lombok)

MATARAM – Klaim Pemprov NTB tentang tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kebon Kongok, Desa Suka Makmur Lombok Barat yang sudah over kapasitas dinilai terlalu dini. Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat menilai TPA Kebon Kongok masih bisa beroperasi dan menampung sampah.
Penilaian ini setelah jajaran Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat datang langsung mengunjungi TPA Kebon Kongok, Jumat (19/1).

Penilaian kedua pemerintah daetah ini didampingi pengelola TPA Kebon Kongok untuk kemudian mengeluarkan pernyataan sikap bahwa TPA Kebon Kongok masih bisa beroperasi. Jawaban tersebut sekaligus menyikapi rencana Pemprov NTB yang akan menutup TPA Kebon Kongok paling lambat di bulan Juli karena over kapasitas. “Masalah over capacity yang menjadi kekhawatiran beberapa pihak merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan bersama dengan solusi terbaik,” ujar Asisten I Setda Kota Mataram, H Lalu Martawang di TPA Kebon Kongok, kemarin.

Beberapa pejabat Pemkot Mataram turun langsung ke TPA Kebon Kongok. Antara lain, Asisten II Setda Kota Mataram, Miftahurrahman, Plt Asisten III, Suryadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H Nizar Denny Cahyadi, Kabag Hukum Hubaidi dan beberapa pejabat lainnya.

Baca Juga :  Pemprov Minta Duduk Bersama Tuntaskan Soal TPA

Martawang menjelaskan, kedatangan pihak Pemkot Mataram dan Kabupaten Lombok Barat untuk memastikan optimalisasi solusi terbaik untuk TPA Kebon Kongok untuk mengurangi sampah yang dibawa ke tempat penampungan tersebut. wacana penutupan oleh Pemprov NTB merupakan peringatan, bukan keputusan akhir yang harus diresahkan masyarakat. “Kami yakinkan bahwa kami datang untuk melihat kondisi lapangan untuk mencari
solusi terbaik,” kata Martawang.
Ia juga menjelaskan Pemerintah Kota Mataram tengah membangun Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Sandubaya yang akan menjadi solusi terbaik permasalahan sampah di Kota Mataram.

Kepala DLH Kota Mataram H Denny Cahyadi menjelaskan TPST ini ditargetkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2024 dengan kemampuan pengelolaan sampah mencapai 96 ton per hari. “TPST Sandubaya diproyeksikan mampu menyelesaikan sampah dengan volume sampah sebesar 96 ton per hari, dengan menyisakan residu yang sangat sedikit,” kata Denny.
Selain TPST Sandubaya, Pemerintah Kota Mataram juga tengah berupaya membangun TPST Kebon Talo, di Eks Bandara Selaparang. TPST ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2026. “TPST Kebon Talo diproyeksikan mampu menyelesaikan sampah dengan volume sisa dari pengelolaan sampah di TPST Sandubaya,” ungkapnya.
Denny juga mengatakan, Pemkot Mataram terus berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat untuk memilih sampah dari rumah.

Baca Juga :  Pembangunan TPA Jugil Tidak Jelas

Edukasi ini dilakukan melalui program-program yang menyentuh masyarakat, seperti program Pilah Sampah dari Rumah dan pengembangan sentra maggot. “Bahkan di semua kecamatan, memiliki program yang langsung mengedukasi masyarakat, bagaimana mengelola sampah secara mandiri, sampai memiliki nilai ekonomi. Seperti Pilsadar (Pilah Sampah Dari Rumah) program di Kecamatan Sekarbela. (gal)

Komentar Anda