Terseret Ombak, Wisatawan Asal Medan belum Ditemukan

PENCARIAN:Warga Desa Senggigi ikut melakukan pencarian terhadap wisatawan asal Medan yang terseret ombak di Pantai Kerandangan. (IST/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Petugas masih melakukan pencarian wisatawan asal Medan yang hilang terseret ombak di Pantai Kerandangan 2 Dusun Senggigi Desa Senggigi Kecamatan Batulayar.  Selama dua hari melakukan pencarian, wisatawan ini belum ditemukan.

Tim SAR Mataram yang turun melakukan pencarian bahkan memperluas kawasan pencarian korban, namun belum juga membuahkan hasil. Korban dilaporkan hilang terseret ombak pada malam Minggu lalu.” Belum ada ditemukan. Lokasi pencarian agak diperluas hari ini,” ungkap Kepala Kantor SAR Mataram, Nanang Sigit, PH kemarin (17/1).

Lokasi pencarian dilakukan lebih luas lagi yakni ke arah barat daya dari lokasi kejadian. Jumlah personil yang diterjunkan sebanyak delapan orang.

Tidak hanya oleh Basarnas, warga juga ikut melakukan pencarian. Kepala Desa Senggigi, Mastur, menjelaskan, bahwa sejak adanya laporan, warga langsung bergerak membantu untuk melakukan pencarian, namun hasil masih nihil. “Belum ditemukan hingga hari ini,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kalah Sengketa, Pemkab Lobar Harus Bayar Rp 300 Juta

Warga yang melakukan pencarian dikoordinir oleh Bhabinkamtibmas setempat. Mereka diberi pengarahan untuk membantu  pencarian korban yang hilang. “Sebelum turun warga masyarakat diberikan pengarahan dulu. Ada tim surfing dan penyelam remaja ikut terlibat,” tegasnya.

Yoel Salim (30), seorang warga asal Medan, sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Kerandangan Desa Senggigi Kecamatan Batulayar, Sabtu malam (15/1). Informasi ada wisatawan terseret arus diterima Kantor SAR Mataram pada Minggu (16/1)pagi. Kejadiannya berawal saat korban meminta izin buang air besar saat menikmati suasana malam hari Pantai Kerandangan. Ditunggu lama, yang bersangkutan tidak kembali. Keluarga korban  melakukan pencarian di lokasi kejadian sebelum dilaporkan ke pihak terkait.

Sat Polairud Polres Lombok Barat menindaklanjuti informasi dugaan orang hilang di Pantai Kerandangan. Kasat Polairud Polres Lobar, IPTU Lalu Muhammad Ikhsan mengatakan, Danpal KP.XXI-1008 bersama ABK meluncur ke Pantai Kerandangan untuk mencari korban.”Berdasarkan keterangan William Salim ( saudara korban), dirinya datang bersama kakaknya Yoel dan Tomi dari hotel menuju pantai Kerandangan sekitar pukul 22.00 wita untuk menikmati malam dengan melihat pantai,” ungkap Nanang.

BACA JUGA :  Lobar Selalu Gagal Tertibkan Nelayan Kota Mataram

Setelah sekitar 40 Menit berlalu, atau sekitar pukul 22.40 Wita korban menyampaiakan dirinya sakit perut kemudian meninggalkan tempat.” Sekitar Pukul 23.00 Wita Wiliam dan Toni baru menyadari kalau kakaknya, Yoel, belum kembali, dan kemudian menghubungi HP masih aktif namun tidak diangkat,” ungkapnya.

Karena korban masih tidak ditemukan, keluarga kemudian meminta tolong kepada sejumlah mahasiswa yang kebetulan sedang berkemah di pantai. Mereka kemudian bersama-sama mencari korban.(ami)