Solar Kembali Langka, Pertamina Klaim Kuota Tetap

SOLAR LANGKA : Nampak antrian panjang truk dan fuso di SPBU Bengkel, Lombok Barat untuk membeli BBM jenis Solar yang sudah rutin mulai langka. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Antrian panjang truk DAM dan kendaraan lainnya yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar kembali mengurai di sejumlah SPBU di Pulau Lombok. Pemandangan antrian panjang truk DAM dan kendaraan lainnya yang menggunakan BBM jenis Solar tersebut sudah berkali – kali terjadi pada semester pertama tahun 2021 ini. Bahkan, sejumlah SPBU memasang papan pengumuman jika BBM jenis Solar sudah kosong alias habis.

Pemandangan yang sudah rutin terjadi tersebut yang disebabkan  mulainya langka keberadaan Solar ataupun pasokan yang dibatasi oleh Pertamina maupun pemerintah pusat, berdampak besar terhadap  arus distribusi barang, khususnya lagi bahan pokok. Hal tersebut bisa berdampak pada kenaikan harga barang bahan pokok di tengah kondisi masyarakat semakin terpuruk, karena pandemi Covid-19.

Asisten II Setda Provinsi NTB H Ridwan Syah mengatakan, berdasarkan surat keputusan kepala BPH Migas nomor 55/PEJBT/BPH Migas/KOM/2020 tentang penugasan penyediaan dan pendistribusian kuota volume penyalur jenis bahan bakar minyak tertentu per provinsi/kabupaten/kota oleh PT Pertamina (perseo) tahun 2021

BACA JUGA :  Pelebaran Jalan Pusuk Tuai Polemik, Bina Marga: Kalau Dianggap Merusak Pohon, Beri Kami Solusi

sebanyak 307.264 kiloliter dan BBM penugasan JBKP NTB sebanyak 350.952 kiloliter.

“Kuota tersebut merupakan gabungan kuota seluruh konsumen pengguna di NTB, sesuai dengan arahan Perpres Nomor 91 tahun 2014. Penyalurannya harus tepat sasaran,” jelas Ridwan Syah, Kamis (24/6).

Ridwan merinci, masing-masing kabupaten/kota di NTB penyalurannya untuk kota Bima JBT Solar sebanyak 25.796 KL dan JBKP jenis premium 31.928 KL, kabupaten Dompu kuota Solar 21.427 KL dan premium 28.683 KL, kabupaten Lombok Barat kuota Solar 50.911 KL dan premium 39.012 KL, kabupaten Lombok Tengah kuota Solar 33.484 KL dan premium 60.499 KL, kabupaten Lombok Timur kuota solar 43.734 KL dan premium 60.317 KL, kabupaten Lombok Utara kuota Solar 3.794 KL dan premium 12.096 KL, Sumbawa kuota solar 46.349 KL dan premium 44.882 KL, Sumbawa Barat kuota solar 9.750 KL dan premium 12.003 KL, Mataram kuota Solar 53.491 KL dan premium 39.188 KL, dan kota Bima kuota solar 19.528 KL dan premium 22.344 KL.

BACA JUGA :  Usut Tuntas Temuan Invoice Fiktif Anggota DPRD NTB dan Program Beasiswa

“Untuk rencana penambahan kuota belum ada komentar berapa banyak akan ditambahkan. Mengingat kebutuhan masyarakat tinggi akan BBM jenis solar ini,” kata Ridwan.

Sementara itu, Section Head Communication Pertamina MORV, Ahad Rahed membantah jika Solar di Lombok langka. Dia memastikan untuk ketersedian Solar tidak ada kelangkaan, meskipun sempat terjadi antrean panjang di beberapa SPBU di NTB, bahkan kosong sama sekali di semua SPBU. Lantaran, kondisi ini kerap kali terjadi antrean panjang dan banyak dikeluhkan kendaran mobil maupun truk.

“Setiap harinya penyaluran 214 Kilo Liter (KL), sehingga tidak ada pengurangan atau penambahan dari sebelumnya,” sebutnya.

Menurutnya, kelangkaan belum tentu terjadi karena barang tidak tersedia. Kelangkaan juga dimungkinkan terjadi karena adanya peningkatan konsumsi di waktu yang bersamaan. Kondisi tersebut biasa terjadi, sehingga terjadi penumpukkan kendaraan.

“Untuk penyaluran ke setiap SPBU masing-masing produk per hari berbeda-beda tergantung beberapa aspek,” ujarnya. (dev)