Presiden Datang, Pemprov Minta Infrastruktur Jalan

SAMBUT PRESIDEN: Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo dan Mentan Andi Amran Sulaiman di BIZAM, Selasa (30/5) malam. (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja (Kunker) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), jelang berakhirnya masa jabatan pada Oktober 2024 mendatang. Kunker Presiden di NTB ini dijadwalkan selama 3 hari, yakni 30 April 2024 – 2 Mei 2024.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Ibnu Salim mengatakan kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu ke Bumi Gora (NTB), untuk meninjau beberapa proyek strategis nasional, sekaligus silaturahim dengan warga NTB. Kedatangan Presiden kali ini juga didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Seperti tidak ingin membuang kesempatan, Pemprov NTB akan meminta Pemerintah Pusat memberikan atensi terhadap pembangunan infrastruktur di NTB. Salah satunya adalah jalan port to port dari Lembar, Lombok Barat, menuju Kayangan, Lombok Timur, agar diberikan anggaran untuk pembangunan ruas jalan tersebut. Pasalnya, beban pada ruas jalan dari Lembar ke Kayangan yang sudah luar biasa padat.

“Kita mau memanfaatkan peluang melalui Inpres (instruksi presiden) untuk pembiayaan jalan daerah. Sementara daerah wajib mengusulkan,” ujar Ibnu.

Terlebih lagi NTB sebagai salah satu daerah destinasi pariwisata super prioritas, dimana kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Lombok Tengah telah menjadi kebanggaan pariwisata nasional, dan membawa nama Indonesia di kancah dunia. “Jadi wajarlah kalau kita mendapatkan perhatian percepatan penanganan untuk infrastruktur jalan itu,” ucapnya.

Dia juga berharap agar OPD lingkup Pemprov NTB sesuai Tupoksi masing-masing untuk menjemput bola dengan menjalin komunikasi yang intensif dan koordinasi dengan para Menteri Kabinet Jokowi, terkait proyek-proyek strategis nasional di NTB. “Memang wajib dilakukan oleh kita di daerah, dalam rangka mendapatkan prioritas program strategis nasional, agar mendapat alokasi bagi NTB,” harapnya.

Baca Juga :  Pemprov NTB Kucurkan BTT untuk Kendalikan Inflasi

Disampaikan Ibnu, seluruh daerah di Indonesia memiliki program prioritas, yang kemudian diusulkan oleh Pemprov ke Pusat. Untuk NTB, salah satunya pembangunan Jalan Lingkar Utara yang diusulkan dalam program Inpres Jalan Daerah tahun 2023.

“Pastinya pimpinan akan berfikir kesana. Karena seluruh Indonesia, termasuk NTB, memiliki program prioritas, dan program prioritas itulah yang kita usulkan,” ucapnya.

Sementara Asisten II Setda NTB, Fathul Gani menambahkan, sejumlah agenda Presiden Jokowi selama di Lombok dan Sumbawa diantaranya adalah meresmikan Inpres Jalan Daerah (IJD) Lembar-Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, yang terhubung ke Pelabuhan Gili Mas Lembar sepanjang 7,5 kilometer, dan peresmian Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Seperti diketahui, pengairan di daerah sekitar Bendungan Tiu Suntuk, KSB, sangat minim, sehingga perlu dioptimalkan kembali. Dengan begitu, produksi pertanian di kawasan tersebut, bisa meningkat berkali-kali lipat dari musim tanam sebelumnya. “Dengan diresmikan operasional Bendungan Tiu Suntuk di KSB, jelas akan menguntungkan dan memperluas area jangkauan irigasi pertanian,” jelasnya.

Usai meresmikan Bendungan Tiu Suntuk di KSB, maka pada Kamis (2/5), sekitar pukul 19.30 Wita, rencananya Mentan Andi Amran Sulaiman akan dijamu untuk makan malam di Pendopo Tengah. Kesempatan itu yang akan dimanfaatkan Pemprov NTB untuk menyampaikan kondisi pertanian dan infrastruktur daerah NTB.

Baca Juga :  42 CJH Gagal Lunasi Ongkos Haji

“Nanti akan kumpul Pangdam sama petinggi-petinggi Dinas Pertanian. Ada jamuan makan malam. Paling banyak informasi tengang pertanian,” ucapnya.

Sedangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa Presiden sangat memberi atensi bagi perkembangan pertanian di NTB. “Esok pagi Presiden Jokowi akan panen jagung di Sumbawa bersama petani disana. Kita tahu NTB menjadi salah satu produsen terbesar jagung nasional, dan kehadiran Presiden mudah-mudahan akan terus memberi semangat bagi petani, dan menjaga harga jagung terus baik,” ujar Mentan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), panen jagung secara nasional pada Maret mencapai 2,29 juta ton di lahan 405 ribu hektare. Sementara pada April, panen jagung diperkirakan mencapai 1,76 juta ton pada luas lahan 318 ribu hektare.

Adapun potensi luas panen jagung terbesar pada April, tersebar di 10 kabupaten, yaitu Sumbawa 39.632 hektare, Bima 29.957 hektare, Gunung Kidul 26.899 hektare, Dompu 17.060 hektare, Lampung Tengah 15.202 hektare, Wonogiri 15.200 hektar, Boalemo 12.280 hektare, Lampung Timur 12.030 hektare, Jeneponto 11.997 hektare, dan Malang 9.719 hektare.

“Kami bahagia di pertanian ini. Presiden sangat perduli dengan nasib para petani, makanya beliau aktif berkeliling menyapa petani-petani kita. Semangat mereka perlu kita jaga, agar terus swasembada (jagung) tercapai,” tegas Mentan. (rat)

Komentar Anda