Siap Dinilai, Fisik Puskesmas Puyung Memprihatinkan

Ilustrasi Puskesmas

PRAYA-Memasuki satu pekan setelah diberikan pembinaan, tiga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di tiga kecamatan. Masing-masing puskesmas Puyung Kecamatan Jonggat, puskesmas Praya Kecamatan Praya dan Puskesmas Janapria Kecamatan Janapria.

Sekretaris Dinas Kesehatan Lombok Tengah, H Mutawalli mengatakan, semuapuskesmas yang masuk daftar akreditasi sudah siap dinilai. Untuk menghasilkan nilai yang terbaik, pihaknya pada hari Jumat lalu, usai diberikan pembinaan oleh sekda langsung membuatkan tim khusus. Di mana tim yang sudah ditunjuk dipercaya memiliki kehalian di bidang masing-masing.

Misalnya saja ada yang ahli di bidang penataan, ahli administrasi, ahli kesehatan, pemantapan sumber daya manusia (SDM) dan yang lainnya. Di mana masing masing puskesmas yang akan dinilai, ada 5 tim dari Dinas Kesehatan yang diturunkan guna memberikan pembinaan kepada puskesmas yang akan dinilai. “Tadi saya sudah kontak masing-masing koordinator tim dari tiga puskesmas, hasil sementara ini masing-masing puskesmas sudah 90 persen siap untuk dinilai,” tuturnya.

[postingan number=3 tag=”puskesmas”]

Dikatakan, masalah pelayanan medis dan yang lainnya rata-rata mereka sudah siap, terkecuali masalah sarana dan prasarana di masing-masing puskesmas, khususnya di puskesmas Puyung Kecamatan Jonggat. Di mana di puskesmas ini, sarana dan prasarana terutama masalah fisik, di puskesmas Puyung masih jauh dari harapan. Namun kendati demikian, informasi dari pendamping tetap optimis bisa mendapatkan nilai terbaik. “Dari tiga puskesmas yang akan dinilai, puskesmas Puyung paling memperihatikan dari segi fisiknya. Namun tim dan kepala puskesmas tetap optimis bisa meraih nilai terbaik,” sebutnya.

Dalam penilaian ini lanjutnya, ada tiga jenis akreditasi yang akan dinilai, yakni dasar, madya, dan paripurna. “Yang menentukan posisi yang akan mereka dapatkan, apakah paripurna, madya ataukah dasar, itu nantinya tergantung hasil,” ujarnya.

Diakuinya, penilaian tahun ini lebih berat jika dibandingkan dengan tahun lalu. Di mana tahun lalu cukup tim penilai melihat dokumen dan menanyakan langsung ke masing-masing kepala puskesmas atau sejumlah pejabat setempat. Namun, tahun ini lebih sulit, di mana tim nantinya tidak segan-segan akan menayakan kondisi pelayanan puskesmas yang akan dinilai. ‘’Dan bisa saja para pengunjung atau pasien akan ditanya tanpa sepengetahuan pihak puskesmas,’’ terangnya.

Selain itu, tukang parkir, tukang kebun dan yang lainnya juga bisa menjadi objek tim akan bertanya. “Jadi tim nantinya tidak pandang bulu, siapa pun yang ada di tempat akan ditanyakan. Makanya saya tetap sarankan kepada tim pendamping untuk lebih mengedepankan pelayanan guna memberikan kepuasan bagi pengunjung,” imbuhnya.

Mantan Kabid Keperawatan RSUD Praya ini menambahkan, untuk memantapkan proses penilaian akreditasi mendatang, pihaknya malah berencana studi banding ke Semarang. Sebab, saat ini puskesmas terbaik se Indonesia ada di Semarang. “Saya malah merencanakan pekan depan minta izin ke sekda untuk belajar ilmu puskesmas di Semarang, sebab saat ini Semarang puskesmas terbaik di Indonesia,” tandasnya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid