Dikes : Proyek Puskesmas Tuntas Akhir Tahun

MATARAM- Dinas Kesehatan Kota Mataram optimis proyek renovasi dan pembangunan 7 Puskesmas di Kota Mataram bisa tuntas pada akhir tahun ini. Renovasi dan pembangunan Puskesmas serta gedung baru farmasi memakan anggaran sekitar Rp 30 miliar sebagaimana harga yang dimasukkan dalam Harga Perkiraan Sementara (HPS) Dinas Kesehatan.

Anggaran di atas berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.” Dananya dari DAK makanya kita pastikan bisa tuntas,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram H. Usman Hadi kemarin.

Saat ini proyek pembangunan gedung baru dan renovasi Puskesmas tengah berlangsung. Bahkan progres pembangunannya di atas 40 persen. Tiga bulan lagi proyek dipastikan bisa kelar. Meski saat ini ada rasionalisasi anggaran, namun tidak berpengaruh terhadap perjalanan pengerjaan proyek. Sebab dananya berasal dari DAK.” Tidak ada kaitannya dengan penundaan DAU,” tegasnya.

Proyek yang dimaksud seperti Puskesmas Dasan Agung yang dibangun ulang. Sementara Puskesmas yang kena renovasi yakni Puskesmas Cakranegara (untuk ruang rawat inap), Puskesmas Karang Taliwang, Puskesmas Pagesangan, Puskesmas Ampenan dan lain-lain.

Dari Rp 30 miliar HPS yang ditawarkan, diperkirakan sudah sekitar 40 persen dana yang terserap untuk pembangunan proyek tersebut. Sedangkan untuk pengadaan farmasi menggunakan e-katalog dan saat ini sudah diajukan 25 persen. Ditambahkan Usman, soal pengerjaan proyek tersebut secara spesifik menjadi pengawasan APP dan ULP. Dinas hanya melaksanakan proyek dengan tahapan yang sudah ditetapkan sesuai dengan kontrak. Kalau ada keterlambatan itu menjadi persoalan antara kontraktor dan ULP, apakah akan ada denda atau bagaimana prosesnya.” Kalau ada keterlambatan itu urusannya dengan ULP. Yang penting kami optimis bisa selesai,” tegasnya.

Sementara itu anggota DPRD Kota Mataram yang ada di komisi 3, I Ketut Sugiartha memperingati pengawas, dinas dan kontraktor untuk bekerja secara profesional dan mengutamakan kualitas bangunan. Jangan hanya mengejar cepat selesai pembangunan namun kualitas diabaikan. “ Jangan dibuat lama. Utamakan kualitas dan segara lakukan pembayaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama ini banyak kontraktor yang selalu ngebut bekerja pada akhir tahun. Dewan berharap agar pola kerja seperti ini tidak lagi terjadi.  Ia meminta Pemkot bisa memberikan penekanan kepada pelaksana agar proyek bisa dituntaskan tepat waktu. Pemkot juga siap memberikan pembayaran setelah dilakukan PHO.” Begitu selesai PHO silahkan dilunasi biar tidak jadi beban,” ungkapnya.

Anggota dewan lainnya, Misban Ratmaji, juga menyarankan para pelaksana proyek untuk bisa melaksanakan pembangunan proyek dengan baik dan benar, jangan hanya mengejar target dan mengejar serapan anggaran saja. Kualitas harus diperhatikan.” Jangn kejar anggaran saja,  tetapi kualitas harus diperhatikan,” ungkapnya.

Selama ini menjadi penyakit di kalangan eksekutif soal serapan anggaran yang rendah di awal sampai pertengahan tahun, namun serapan ini kemudian berlari pada akhir tahun karena sudah dikejar   target.  Ia meminta agar pola serapan seperti itu tidak lagi digunakan.(ami)