Server UNBK Diretas, Siswa Panik

Server UNBK Diretas
TERGANGGU : Nampak siswa peserta UNBK di SMPN 7 Mataram terganggu saat server diretas kemarin. (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM – Server UNBK diretas kemarin dan membuat siswa sempat tidak bisa mengakses ujian. Beruntung gangguan hanya terjadi sekitar 30 menit.

Akibat peretasan ini, siswa panik. Kejadian berlangsung di semua sekolah yang menjadi peserta UNBK. Total di Mataram ada 15 sekolah.

Seperti di SMPN 7 Mataram. Saat hendak menjawab soal Bahasa Inggris, para siswa diminta tidak panik. Serangan hacker ke server UNBK membuat siswa tidak bisa mengakses soal.

Kepala SMPN 7 Mataram H. Muhammad Sibawaeh menuturkan, saat masuk gelombang kedua, siswa-siswi tidak bisa mengerjakan soal secara mulus. “ Setelah ada informasi dari Kemendikbud bahwa server di-hack, ujian sempat tertunda selama 30 menit,” katanya kepada Radar Lombok kemarin.

Namun pihak sekolah meminta siswa tidak panik. Waktu pengerjaan soal pada sesi kedua diperpanjang dua jam yang semula tuntas pukul 12.30 Wita.  Sekolah menerapkan tiga sesi dengan jumlah peserta UN 550 siswa.  

Selain itu sekolah juga mengalami kesulitan seperti keterbatasan komputer sehingga sekolah meminjam komputer di wali siswa. Sementara siswa yang tidak hadir karena sakit atau halangan lain, akan mengikuti ujian susulan sesuai dengan jadwal. Sistem UNBK baru pertama kali dilakukan sekolah sistem ini dinilai lebih efektif dan efisien dalam hal pembiayaan.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mataram H. Sudenom mengatakan, gangguan tidak berlangsung lama. Server kementerian yang terganggu, bukan perangkat di sekolah. Siswa bisa melanjutkan ujian setelah ada informasi perbaikan dari pusat. “ Cuma sementara, siswa diminta tidak panik,” katanya.

Pelaksanaan ujian nasional ketiga dipastikan berjalan lancar. Sekolah juga diminta untuk tetap memberikan  pengawasan. Sistem UNBK dianggap dapat meminimalisir kebocoran soal.(dir)