Sedang Bertugas di Jakarta, Ihwan Dimutasi Jadi Guru SMKN 1 Selong

M Khairul Ihwan (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Penjabat Gubernur NTB H Lalu Gita Ariadi melakukan mutase besar-besaran untuk eselon III dan IV Lingkup Pemprov NTB, pada Senin (25/3). Salah satu pejabat eselon III Pemprov NTB yang kena mutasi itu adalah Kepala Bidang SMK Dinas Dikbud NTB Muhammad Khairul Ihwan.

Ironisnya, saat pelaksanaan mutase dilakukan Pj Gubernur HL Gita Ariadi itu, Ihwan lagi tidak berada di Mataram, melainkan ketika berada di Jakarta untuk mendampingi SMK Pusat Keunggulan mengikuti pelatihan.

Pada mutasi ini, Ihwan dipindahtugaskan menjadi guru biasa di SMKN 1 Selong, Lombok Timur. Sementara itu, penggantinya yang menduduki jabatan Kepala Bidang SMK Dinas Dikbud NTB adalah Ahmad Muslim, yang sebelumnya menjadi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIDA NTB.

Terkait mutasi yang menurunkannya menjadi guru biasa di SMKN 1 Selong itu, Ihwan mengaku sebagai ASN selalu siap ditempatkan dimana saja untuk bertugas oleh pimpinan. Dengan demikian, Ihwan akan melaksanakan tugasnya sebagai guru sebagaimana mestinya, sesuai tugasnya.

Baca Juga :  UIN Mataram Kukuhkan 11 Guru Besar

“Mutasi merupakan hal yang biasa dalam dunia birokrasi, Saya kembali menjadi guru biasa di SMKN 1 Selong,” ungkap Ihwan saat dihubungi Radar Lombok, kemarin.

Untuk diketahui, Ihwan menjadi Kabid PSMK Dikbud NTB saat pemerintahan Zul-Rohmi, pada tahun 2021 lalu. Berbagai capian untuk mengembangkan SMK di NTB diantaranya, 11 strategi SMK NTB Gemilang Karya ini bertujuan untuk memastikan bahwa lulusan SMK harus terampil dan berkompeten di bidangnya. Kemudian yang kedua, lulusan SMK harus terserap, baik dalam dunia kerja, melanjutkan studi ke perguruan tinggi, dan juga berwira usaha.

Untuk diketahui, di NTB sendiri ada 100 SMK Negeri dan sekitar 235 SMK Swasta.   Dipaparkan lebih lanjut, 11 Startegi SMK NTB Gemilang Karya tersebut antara lain SMK harus sukses dengan refocusing core.Yang kedua, SMK harus segera menjadi BLUD, Strategi ketiga adalah pembelajaran berbasis produk yang dikemas dalam teaching factory, keempat adalah pembelajan berbasis proyek yang dikemas dalam Kelas Wirausaha, Strategi kelima adalah link and match antar SMK dengan dunia indsutri. Strategi selanjutnya adalah program guru tamu, Strategi ke sembilan adalah membentuk lembaga sertifikasi internasl SMK. Selanjutnya, menumbuhkan kembali budaya kerja di lingkup SMK, yang terakhir adalah Kunjungan Industri.

Baca Juga :  Mutasi Guru Masih Tunggu Proses di UPT

“Saat ini kita mempunyai BLUD SMK ada 34 se-NTB. Kemudian SMK PK sebanyak 42 serta berbagai terobosan lainnya. Kita berharap kabid yang baru supaya melanjutkan yang bagus serta disempurnakan,” harapnya. (adi)

Komentar Anda