Satlantas Buka Program ‘SIM Ngabuburit’

NGABUBURIT: Kasatlantas Polres Lombok Tengah AKP Pratiwi Nofiani sedang memantau pembuan SIM di Alun-Alun Tastura Praya (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Kreatif! Kata itulah yang patut disematkan kepada Kasatlantas Polres Lombok Tengah AKP Pratiwi Nofiani.

Sejak satuan itu dipimpin polwan berkulit putih ini, banyak program nyaman yang diluncurkan. Di bawah sentuhan tangan dinginnya, kini ia meluncurkan program ‘SIM Ngabuburit’. Program membuat SIM sambil menunggu buka puasa.

Program ini bahkan tak sebatas dilaksanakan di dalam kantor, tetapi di area publik. Sehingga ketegangan membuat SIM tak perlu dirasakan masyarakat. ‘’Program ini kita akan lakukan satu bulan penuh selama bulan Ramadan ini,’’ terang Nofi, kemarin (30/5).

Mantan Kanit Lakalantas Polresta Mataram ini menambahkan, program ini sengaja diluncurkan untuk menarik minat para pengendara membuat SIM. Karena bagaimana pun juga, belum semua pengendara memiliki SIM. Sehingga program tersebut sebagai salah satu langkah untuk merangsang minat masyarakat. “Bagi pengendara yang belum memiliki SIM bisa datang ke Praya, sambil jalan-jalan menunggu berbuka puasa. Kami jajaran Polres Lombok Tengah telah membuka program SIM Ngabuburit, khusus bulan Ramadan,” tambahnya.

Perwira balok tiga ini menambahkan, program ini akan dilaksanakan selama sebulan penuh di bulan Ramadan ini. Pihaknya akan membuka program ini di sejumlah tempat berbeda, sehingga sasarannya bisa tersentuh. Artinya, tak hanya akan dilakukan di satu tempat saja melainkan di sejumlah tempat di wilayah Lombok Tengah. ‘’Program ini akan kita lakukan di sejumlah titik. Untuk hari ini (kemarin, Red) kita lakukan di Alun-Alun Tastura Praya,’’ tandasnya.

Mantan Kanit PPA Polres Lombok Barat ini menambahkan, untuk jumlah pemohon hari kemarin sebanyak  26 orang. Mereka semuanya pemohon untuk SIM C atau pengendara sepeda motor. Namun dari jumlah tersebut hanya dua yang dinilai lulus.
“Jumlah pemohon cukup bayak, hanya saja kita sayangkan yang lulus cuma 2 orang,” tambahnya.

Dalam tes ini, terang Nofi, sudah diatur oleh polri. Di mana pemohon harus mengikuti tes teori dan praktik sebagaimana arahan yang diberikan anggota. Sedangkan persyaratan cukup membawa fotokopi KTP. “Jadi cukup bawa KTP dan ikuti tes teori dan praktik. Kalau lulus tinggal tunggu,” serunya.

Selanjutnya, yang dinyatakan lulus bisa langsung datang ke Satlantas Polres Lombok Tengah keesokan harinya untuk pengambilan foto dan membawa surat keterangan sehat. “Tinggal bawa keterangan sehat dari dokter dan surat kelulusan tes teori dan praktik. Petugas SIM langsung menerima untuk pengambilan foto SIM,” bebernya.

Nofiani menambahkan, pembuatan SIM di luar kantor ini tidak langsung jadi seperti pembuatan SIM keliling. Sebab untuk program SIM Ngabuburit ini kelengkapannya terbatas. Hanya melayani tes teori dan praktik dan tinggal membawa hasilnya. “Yag lulus tinggal bawa bukti kelulusan tes, selanjutnya tinggal dibuatkan oleh petugas SIM,” jelasnya. (cr-ap)