RSUD Praya Kembali Diduga Tolak Pasien

DIDUGA TOLAK PASEIN : RUSD Praya kembali diduga menolak pasein yang hendak melahirkan Sabtu (10/12) lalu. (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAKasus penolakan pasien kembali diduga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya. Kali ini, pihak rumah sakit diduga menolak pasien yang akan melahirkan atas nama Nurmakiah, warga Desa Kabul Kecamatan Praya Barat pada Sabtu (10/12) dengan alasan pelayanan sudah tutup.

Salah seorang keluarga korban, Habiburrahman menceritakan, keluarganya ini sebenarnya diperkirakan melahirkan pada 6 Desember sesuai jadwal. Namun pada 9 Desember dibawa ke RS Bumi Bunda untuk melakukan USG. Dari hasil USG tersebut, tim medis menyimpulkan bahwa air ketuban korban sudah berkurang. “Karena khawatir air ketuban terus berkurang sehingga Sabtu pagi (10/9) mengambil surat rujukan dari Puskesmas Batujangkih untuk dirujuk ke RSUD Praya. Setelah dapat surat rujukan dari puskesmas ke RSUD Praya, ternyata sampai RSUD Praya alasan pihak rumah sakit malah disuruh balik hari Senin karena katanya hari Sabtu libur pelayanan,” tutur Habiburrahman saat dihubungi Radar Lombok, Sabtu (11/12).

Pihaknya sangat menyayangkan sikap RSUD Praya yang tidak melayani pasien pengguna kartu BPJS ini. Karena diminta balik pada Senin, pihak keluarga kemudian membawa korban pulang. Tapi karena khawatir air ketuban korban semakin berkurang, sehingga pihak keluarga kembali membawa korban ke RS Bumi Bunda untuk persalinan. “Kemudian di RS Bumi Bunda tempatnya melahirkan dengan cara operasi Sabtu sekitar pukul 14.00 Wita dan melahirkan anak laki- laki. Tapi yang kita sesalkan di RSUD Praya alasan pelayanan nutup, sehingga kita diminta balik hari Senin,” sesalnya.

Baca Juga :  Utang ke Kontraktor Belum Dibayar

Pihaknya berharap agar pihak RSUD Praya lebih memaksimalkan pelayanan. Kalaupun BPJS tutup pada Sabtu, maka seharusnya pasien tetap diberikan pelayanan dan masalah administrasi bisa diurus belakangan. Karena korban harus mendapatkan pelayanan, terlebih usia kandungan sudah melebihi sesuai perkiraan melahirkan. “Jadi di RS Bumi Bunda kita gunakan jalur mandiri, karena tidak bisa menggunakan BPJS dan secara otomatis biaya semakin tinggi. Sebenarnya usia kehamilan korban ini sudah lewat dari perkiraan untuk melahirkan,” terangnya.

Plt Direktur RSUD Praya, Najmul Irfan membantah keras dugaan penolakan pasien yang akan melahirkan itu. Pasien tersebut sebenarnya pasien bukan dirujuk ke IGD tapi dirujuk ke Poli Rawat Jalan. Puskesmas merujuk ke Poli Rawat Jalan karena tingkat kegawatannya dinilai masih rendah. “Kalau kronologisnya pasien ini datang dengan rujukan dari puskesmas, karena pendaftran rawat jalan sudah tutup. Pasiennya diarahkan ke IGD Ponek dan dari pemeriksaan tim ponek, DJJ baik, KU ibu baik, belum ada tanda-tanda melahirkan seperti keluar air, keluar darah dan HIS,” bantah Najmul Irfan.

Baca Juga :  Pemprov NTB Dituding Gagal Kelola APBD 2021

Karena melihat hal itu, akhirnya pasiennya disarankan pulang dulu. Jika nanti di rumah terdapat tanda-tanda melahirkan, maka barulah diminta datang lagi. Jika sampai Senin ibu atau korban baik-baik saja dan belum ada tanda-melahirkan, pasien juga diminta datang ke poli sesuai tujuan rujukan dari puskesmas. “Saat itu pasiennya setuju dan paham, tidak ada sedikitpun niat untuk menolak pasien. Beberapa kali dijelaskan ke pasien, kita tidak nolak. Bahkan dianjurkan segera balik jika sudah ada tanda melahirkan,” tegasnya. (met)

Komentar Anda