Sumber Anggaran MXGP Samota Disoal

Lalu Wirajaya (Faisal Haris/Radar Lombok)

MATARAM – Masyarakat bertanya-tanya soal besaran dan sumber anggaran untuk perhelatan seri kejuaraan dunia Motocross Grand Prix (MXGP) Samota yang akan berlangsung pada 24-26 Juni 2022 mendatang di Kabupaten Sumbawa.

Anggota DPRD NTB, Lalu Wirajaya yang dimintai komentarnya terkait dengan hal tersebut mendesak agar Pemprov NTB terbuka kepada publik mengenai besaran anggaran yang akan digunakan dalam penyelenggaraan MXGP. Apalagi anggaran yang bersumber dari uang rakyat atau APBD harus dipublis sebagai pertanggungjawaban pemerintah atas penggunaan anggaran dalam menjalankan program atau kegiatan. “Saya kira anggaran yang bersumber dari uang rakyat itu harus dipublis. Baik itu untuk MXGP dan lainnya sebagainya. Karena itu sebagai pertanggungjawaban kita sebagai pemerintah kepada masyarakat. Jadi harus ada keterbukaan informasi publik terkait ini, maka kami mendorong kepada pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat supaya segara mempublis,” ujarnya kepada Radar Lombok, Jumat (27/5).

Menurut, politisi Partai Gerindra NTB ini, jika anggaran tidak dipublis kepublik akan meninbulkan pertanyaan dikalangan masyarakat. Baik soal sumbar anggaran yang digunakan, apakah itu bersumbar dari APBD ataupun bersember dari pihak ketiga dalam hal ini pihak sponsorship. “Maka penting untuk dibuka, baik itu sumbar anggaran yang digunakan maupun untuk penggunaannya untuk apa saja. Pemprov harus terbuka, tidak boleh tidak terbuka,” tambahnya.

Sebab hal itu, sambung Wirajaya, lagi-lagi soal pertanggungjawaban pemerintah terhadap masyarakat. Baik itu anggaran yang bersumbar dari APBD maupun dari pihak ketiga, sponsorship dan lain sebagainya. “Itu harus terpublis, nggak boleh ini negara punya aturan, daerah kita punya aturan semuanya,” sambungnya.

Dikatakan juga, keterbukaan masalah anggaran ini sangat penting dilakukan, baik itu sebelum kegiatan berlangsung maupun setelah kegiatan agar masyarakat dapat mengetahui jumlah anggaran dan penggunaannya untuk apa saja dalam setiap event yang dilaksanakan oleh pemerintah. “Kita juga memberikan waktu dulu kepada pantia untuk fokus menyukseskan acara MXGP. Dan setelah acara nanti kita juga mendorong segara membuplis anggaran yang digunakan untuk penyelenggaraan MXGP oleh pemprov,” pungkasnya.

Terpisah, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah menegaskan mengenai masalah anggaran yang digunakan dalam penyelenggaraan MXGP Samota bersumber dari pihak sponsorship. Seperti misalnya ada dari PT. Pertamina, Bank Mandiri, Dunia usaha dan sebagainya. “Artinya memang ini juga ngetas kita bahwa ternyata mencari sponsor, kalau eventnya bagus itu sponsornya ada. Tergantung pengalaman kita jadi EO-nya dan saya lihat menejeman (MXGP) ini sangat profesional sekali,” tegasnya.

BACA JUGA :  Keluarga TKI Korban Kapal Tenggelam di Perairan Malaysia Cemas

Meski sejauh ini, Gubernur belum mengetahui berapa jumlah sponsor dalam penyelenggaraan MXGP Samota secara detail. Karena masalah sponsor ada tim tersendiri yang menanganinya. “Saya tidak tahu detailnya (sponsor) karena ada timnya sendiri. Tapi sponsornya terus berproses, tapi mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa karena sejauh ini lancar-lancar saja,” terangnya.

Begitu juga saat ditanya berapa jumlah anggaran yang akan digelontorkan dalam perhelatan MXGP Samota secara detalinya. “Saya nggak tahu detailnya (jumlah anggarannya) Pak Ridwan Syah yang ngerti soal itu,” sambungnya.

Terkait dengan apakah ada anggaran yang bersumbar dari ABPD Pemprov NTB yang digelontorkan untuk gelaran MXGP Samota, selain dari dukungan pihak sponsor, kata Gubernur, tidak bisa memastikan apakah ada aliran dana yang bersumbar dari APBD Pemprov dalam rangka penyelenggaran event berkelas internasional itu. “Ya maksud kita itu kan nggak boleh juga kita kelihat juga. Tetapi kalau (anggaran) yang langsung dari APBD sejauh ini sih belum ada yang kita bahasan begitu,” katanya.

Namun menurutnya, anggaran yang digelontorkan lewat APBD tentu yang berkaitan langsung dengan tanggungjawab pemerintah provinsi dalam hal ini misalnya pembenahan UMKM yang sudah menjadi tanggungjawab untuk dilakukan. “Tapi anggaran yang langsung untuk pertandingan (MXGP) nggak ada. Namun untuk pembinaan UMKM itu tanggung jawab kita,” jelasnya.

Oleh sebab itu, terkait besaran anggaran yang digunakan tidak bisa disebutkan, karena memang tidak ada yang secara langsung dianggarkan untuk event MXGP, melainkan anggaran yang sudah ada di OPD terkait. Misalnya dalam pendukung gelaran MXGP untuk pemenahan UMKM sudah ada anggarannya di Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) NTB. “Kan sehari-sehari Diskop UKM ini menggunakan APBD. Jadi buka secara spesifik event MXGP, tapi memang sudah jadi tugas sehari-hari. Jangan sampai seakan-akan dengan adanya pembinaan UMKM itu karena ada MXGP. Tapi itu sudah tugas dinas terkait baik di provinsi dan kabupaten kota,” sambungnya.

Gubernur juga menjelaskan bahwa dana Rp 10 miliar yang dianggarkan lewat APBD murni 2022 tidak untuk digunakan untuk pembangunan Sirkuit maupun area MXGP. Tapi anggaran itu disiapkan Pemprov untuk digunakan dalam pembenahaan infrastruktur Bandara Sultan Kaharuddin di Sumbawa Besar. Namun ternyata masih dipikirkan kembali untuk tidak digunakanpenambahan overlay dalam mendukung infrastruktur Bandara Sultan Kaharuddin. “Karena ternyata anggaran Rp 10 miliar itu, kemungkinan masih dipikirkan kembali karena ternyata ada pesawat besar yang bisa mendarat tanpa harus ada penambahan overlay di Bandara Sultan Kaharuddin. Dan butuh waktu kalau ada penamabahan itu,” jelasnya.

BACA JUGA :  Jadwal Pembahasan Adendum GTI Diatur Ulang

Sebab menurutnya, Pemprov mengganggarkan Rp 10 miliar itu dikarena ada salah satu syarat dari pantia penyelenggara MXGP terkait ada pesawat besar yang mendarat, sehingga dibutuhan pembenahan infranstruktur bandara. Namun ternya tanpa ada penambahan overlay di Bandara Sultan Kaharuddin pesawat besar masih bisa mendarat. “Jadi itu salah satu alasannya. Tapi tanpa itu pesawat besar bisa mendarat,” sambungnya.

Gubernur juga mengatakan sesuai laporan yang diterima, bahwa progres persiapan dan pembangunan sirkuit MXGP Samota hingga saat ini sudah sesuai dengan rencana. Bahkah terkait dengan persoalan lahan sudah tidak ada masalah, apalagi lahan dikawasan Samota sangat luas, kalapun ada sengketa disekitaran itu tetap berproses dalam penyelesiannya. “Tetapi itu (masalah lahan) buka berarti kita yang bersengketa tapi ada orang. Ya namanya kalau ada yang menuntut kanan kiri kita tidak bisa hindari. Kemudian kalau pembangunan sirkuit karena tidak harus diaspal mudah-mudahan tanggal 15 Juni sudah selesai,” katanya.

Gubernur juga berharap dengan akan digelar event MXGP Samota dalam waktu dekat, tantu harus dapat mengambil pelajaran dari gelaran MotoGP Mandalika yang sebelumnya telah sukses, memiliki efek ekonomi yang sangat luar biasa. Sehingga dengan segala keterbatasan dan kekurangan, apa yang dilakukan oleh Sumbawa dengan adanya MXGP Samota dan Lombok Tengah dengan MotoGP Mandalika dapat dijadikan  sebagai pelajaran bagi NTB bahwa bisa menyelenggarakan event berkelas internasional. “Dan mudah-mudahan ini bisa menyemangati daerah lain untuk terus membuka diri, punya keberanian untuk mengadakan event internasional. Bahwa kalau ada kekurangan, ketidak sempurnaan, ada salah kiri kanan biasalah mana sih yang pertama langsung sempurna,” pungkasnya. (sal)