Rp 500 Juta Donasi Warga NTB untuk Palestina

Rp 500 Juta Donasi Warga NTB untuk Palestina
BANTUAN : ACT mengirimkan bantuan ke umat Islam di Palestina secara bertahap. (ACT FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Warga NTB menunjukkan kepeduliannya terhadap krisis kemanusiaan di Palestina akibat penjajahan zionis Israel.

Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Provinsi NTB, Lalu Muhammad Alfian mengatakan, masyarakat NTB telah mengirim lebih dari Rp 500 juta  donasi yang dikirim ke Palestina. ”Donasi itu dikirim secara bersamaan dengan bantuan dari ACT seluruh Indonesia yang kita sebut dengan Kapal Kemanusiaan Palestina,” terangnya kepada Radar Lombok kemarin.

Selain itu, ACT NTB sendiri menargetkan bahwa masyarakat di NTB akan mampu menyumbang 500 ton beras untuk Palestina. Kapal Kemanusiaan Palestina (KKP) dan kepedulian global bagi Palestina, menurut Alfian harus bisa menjadi penyemangat seluruh elemen ummat dan masyarakat NTB untuk bersatu.

Disinilah pentingnya persatuan dan persamaan persepsi dari tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi, komunitas maupun orang per orang secara pribadi. “Dan ACT-MRI NTB berharap bisa menjadi bagian dari kolaborasi ummat tersebut, ” ujar Alfian.

Selama ini, lanjutnya, pengiriman bantuan dilakukan secara bertahap. Donasi tersebut dalam bentuk uang yang dikumpulkan dari sekolah-sekolah, masjid, komunitas, majelis taklim dan masyarakat umum. Kedepan, diharapkan lebih banyak lagi bantuan bagi kaum muslim di Palestina.

Head Of Marketing Komunikasi ACT NTB, Rahmat Hidayat menambahkan, Kapal Kemanusiaan Palestina dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) membawa 10 ribu ton beras ke Palestina. Bantuan ini akan dibawa secara bertahap, pemberangkatan awal dengan Kapal Kemanusiaan Palestina membawa 2 ribu ton beras.

ACT selama ini mengumpulkan donasi dan kembali akan menyalurkannya. Bantuan kemanusiaan yang akan dikirim kali ini lebih massif berupa 10 ribu ton beras. “Akan dikirim secara bertahap, Kapal Kemanusiaan Palestina pertama sudah berlayar tanggal 21 Februari 2018 lalu dengan mambawa 2 ribu ton beras,” katanya.

Tidak hanya beras, bantuan pangan lain seperti gula dan tepung juga turut diangkut oleh Kapal Kemanusiaan Palestina. Bantuan pangan menjadi prioritas pengiriman karena dibutuhkan mendesak. Pasang surut tindakan represif sepihak Israel semakin memperburuk kondisi warga Palestina.

Disampaikan juga, tak hanya di Yerusalem Timur, tapi juga di Gaza situasi sangat memprihatinkan. Lebih dari 80 persen warga Gaza saat ini hidup dalam kesulitan ekonomi sosial termasuk pangan. “Sejauh ini mereka hidup serba terbatas dan mengandalkan bantuan dari dunia luar,” ungkapnya.

Dijelaskan, KKP merupakan sekuel kolaboratif masyarakat, pelaku usaha, dan relawan kemanusiaan. Seperti dua Kapal Kemanusiaan yang telah mengirimkan bantuan pangan untuk korban kelaparan di Afrika dan pengungsi Rohingya di Bangladesh, KKP melibatkan peran besar bangsa Indonesia.

Hal yang membuat berbeda dari proyek KK sebelumnya, KKP Palestina telah membangkitkan kepedulian global. Sejauh ini, beberapa negara di Eropa dan Asia Tenggara telah menyatakan komitmennya untuk ikut mendukung proyek tersebut. “Ini membuktikan bahwa kebangkitan filantropi global telah bersatu untuk mengatasi problem Palestina,” tutupnya. (zwr)

BACA JUGA :  Ajak Anak Berpuasa, Juga Peduli Palestina