Rinjani Ditutup, BTNGR akan Perbaiki Jalur Pendakian

JALUR PENDAKIAN
DITUTUP : Aktivitas wisatawan yang lakukan pendakian ke Rinjani sebelum ditutup belum lama ini. (Ist for Radar Lombok)

SELONG -Seluruh aktivitas pendakian Gunung Rinjani di tutup sementara  terhitung mulai tanggal 1 Januari hingga 31 Maret mendatang menyusul berlangsungnya musim ghujan dan potensi cuaca ektrem. Bukan hanya Rinjani yang ditutup dari aktivitas pendakian, jauh hari sebelumnya sudah dilakukan penutupan destinasi wisata non pendakian TNGR. Terhitung mulai tanggal 18 Desember 2020 hingga 31 Maret 2021. Yakni, destinasi wisata Air Terjun Jeruk Manis Kecamatan Sikur Lotim, Air Terjun Mayung Polak Kecamatan Pringgasela, Air Terjun Mangku Sakti via Sajang Kecamatan Sembalun dan lain-lain.”Kita memperhatikan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, bahwa sedang terjadi cuaca ektrem di NTB. Untuk itulah kita tutup pendakian Rinjani,” jelas Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dedy Asriady kemarin. 

Selama ditutup, pihaknya akan melakukan perbaikan jalur pendakian.  Seperti pembenahan jalur pendakian Timba Nuh,  termasuk juga jalur pendakian Aik Berik di Lombok Tengah.” Dalam rangka pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Dan ada beberapa pembenahan, terutama perbaikan jalur yang ada di dalam kawaan TNGR. Untuk mempersiapkan dibukanya tahun 2021 mendatang,” imbuhnya. 

BTNGR juga akan mempersiapkan operasional pembukaan jalur baru yang di Tete Batu.  Rencana untuk membuka jalur baru itu juga nantinya akan disesuaikan kondisi. Yang pasti sekarang ini pihaknya akan mempersiapkan dulu  dari awal sebelum nanti resmi dibuka.  

Ia menghimbau kepada seluruh wisatawan untuk selalu menggunakan boking daring (E-Rinjani) agar tidak ada masalah dikemudian hari.” Jadi siapa pun itu, saya berharap harus menggunakan E-Rinjani. Supaya di masa pendemi ini bisa dikontrol kerumunannya, mereka sebenarnya sudah tau aturannya. Intinya pakai E-Rinjani, tegasnya.(lie)

BACA JUGA :  Pendakian Rinjani Ditutup Tiga Bulan