Ratusan Orang Berunjuk Rasa ke Kantor KPU NTB

Polda Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada
SIMULASI DEMO ANARKIS : suasana pengamanan simulasi demo anarkis persiapan Pilkada NTB tahun 2018 yang digelar di Mako Brimob Polda NTB, Senin kemarin (15/5). (Ali Ma’shum/Radar Lombok)

MATARAM — Jelang pelaksanaan pilkada serentak 2018, Polda NTB menggelar simulasi pengamanan.

Dalam simulasi ini digambarkan pilkada mengalami kerusuhan. Ratusan orang berunjuk rasa ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB. Unjuk rasa ini awalnya berjalan dengan damai dan simpatik. Namun, lama kelamaan, unjuk rasa tersebut menjurus anarkis. Massa mencoba membakar gedung KPU.

Awalnya, Polda NTB dan jajaran menurunkan polisi  wanita untuk mengamankan aksi. Karena tidak kondusif, polisi wanita ini diganti dengan pasukan yang dilengkapi dengan tameng dan pentungan dan membentuk barikade untuk menghalau massa. Sekelompok massa dari salah satu pendukung salah satu pasangan di pilkada NTB terus berorasi. Mereka menyuarakan terkait dengan adanya kecurangan dalam pemungutan suara. Untuk itu, mereka menghendaki untuk diadakan pemungutan suara ulang. 

Polisi tidak tinggal diam dan meminta massa untuk menghentikan aksinya. Massa aksi malah semakin beringas dan mulai memprovokasi petugas. Mereka mulai menendang, memukul dan melempar tameng polisi.  Satu unit mobil water canon dikeluarkan dan disemburkan ke massa aksi. Water canon ini pun membuat massa berhasil dipukul mundur. Beberapa saat kemudian, beberapa orang provokator juga berhasil ditangkap petugas.

Wadir Shabara Polda NTB AKBP Purnama mengatakan ratusan personel telah dipersiapkan dan disiagakan dari berbagai satuan untuk mengamankan pesta demokrasi pilkada NTB tahun 2018 mendatang. ‘’ Kita hari ini (kemarin) melaksanakan latihan pengamanan unjuk rasa. Semua fungsi dilibatkan, seperti shabara beserta fungsi-fungsi kepolisian yang lain seperti reskrim dan intel. Semuanya dilibatkan,’’ katanya.

Fenomena di Indonesia kata dia terjadi berbagai unjuk rasa. Oleh karea itu, Polda NTB melaksanakan kesiapannya untuk penanganan unjuk rasa yang bisa juga terjadi di NTB. Ada beberapa tahapan yang dilakukan. Mulai dari situasi landai yang mengedepankan Dalmas Humanis. Hingga tindakan anarkis seperti pembakaran dengan menurunkan Pasukan Anti Huru Hara (PHH) dari Sat Brimob. ‘’ Semua ini kita lakukan untuk pemeliharaan kamtibmas. Kita menginginkan agar situasi di NTB tetap terpelihara dalam kondisi aman,’’ ungkapnya.(gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid