PUPR Akan Minta Pendampingan TP4D

PROYEK BELUM TUNTAS: Proyek jalan 2016 Korleko – Sordang yang sampai saat ini pengerjaanya masih belum tuntas dilakukan (GAZALIE/RADAR LOMBOK)

SELONG—Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) akan meminta pendampingan tim TP4D Kejaksan Negeri (Kejari) Selong untuk ikut terlibat mengawal pengerjaan sejumlah proyek besar 2017 yang ada di dinas tersebut.

Nantinya mereka akan intens melakukan koordinasi dengan TP4D untuk dimintai arahan, agar eksekusi sejumlah proyek yang ada bisa tepat waktu. “Kita akan memaksimalkan pendampingan dari TP4D. Kita ingin didampingi dari segi aturan dan segalanya,” kata Kadis PUPR, Toni Satrya Wibawa, kemarin (22/1).

Dikatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas  terkait, untuk mematangkan program yang ada. Termasuk koordinasi dengan Bappeda dan bawahanya di masing-masing bidang.

Selain itu, mereka juga melakukan evaluasi dengan bidang-bidang terkait yang ada di dinas itu. Terkait sejumlah program ditahun sebelumnya yang belum tuntas di kerjakan. Baik itu proyek jalan, termasuk pengerjaan Labuan Haji. “Kita inventaris dulu, koordinasi dengan Bappeda, PPKA, kemudian dengan Kabid-Kabid yang baru juga,” katanya.

[postingan number=3 tag=”proyek”]

Evaluasi dan koordinasi itu dilakukan lanjutnya untuk mematangkan semua program kerja yang ada di tahun ini. Jika semuanya sudah matang, baru mereka akan mulai bekerja.

Yang jelas lanjut Toni, semua program yang ada di dinasnya, baik itu dibidang Bina Marga, Cipta Karya, dan Bidang Irigasi, ataupun yang lainnya semuanya akan menjadi prioritas. “Baik proyek jalan, gedung ataupun irigasi kita akan prioritaskan,” terang dia.

Mereka akan mengupayakan semua proyek yang ada di dinas itu, bisa di eksekusi tepat waktu. Sehinga program yang ada tahun ini, tidak molor seperti sejumlah program di tahun sebelumnya. “Itu lah yang sedang kita evaluasi. Dan kita akan segera bekerja,” papar Toni.

Dari sekian banyak proyek besar yang ada di dinas ini, hanya proyek Labuan Haji yang meminta pendampingan TP4D. Itu pun permintaan pendampingan di minta saat proyek ini sudah mulai ditengah jalan. Sementara untuk proyek besar lainnya, seperti proyek jalan, tidak satu pun melibatkan TP4D.

“2016, ada 4 SKPD yang meminta pendampingan TP4D. Pertama dari PU, pengerukan Labuan Haji, Bidang Kesra terkait proyek pengadaan paket lebaran untuk 80 warga miskin, Dinas Pertanian dan Peternakan menyangkut pengadaan bibit cabai, dan RSUD Soedjono Selong terkait proyek pembangunan IGD,” ungkap Wakil Ketua TP4D Kejari Selong, Thoriq Mulahela.

Dari empat itu, yang sudah terealiasasi hanya pengadaan bibit cabai, dan sandang pangan. Pihaknya kata dia sudah berulang kali menawarkan Pemkab Lotim, agar melibatkan TP4D untuk melakukan pendampingan terhadap proyek besar di masing-masing SKPD.

“Kami menawarkan melalui Sekda, atau Kadis, kalau membutuhkan TP4D untuk melakukan pendampingan. Tapi di tahun 2016, hanya empat yang meminta pendampingan TP4D. Padahal proyek-proyek di sini ratusan. Mungkin mereka beranggapan tidak perlu didampingi,” ujarnya.

Dia sendiri heran melihat banyak proyek besar di Lotim selalu di eksekusi akhir tahun. Karenanya, agar proyek besar di tahun 2016 lalu  yang bermasalah tidak terlulang tahun ini. Pihaknya pun telah memberikan masukan ke SKPD terkait, sebaiknya proyek mulai dilakukan tender di awal tahun. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid