Puluhan Madrasah Terdampak Gempa Belum Tersentuh Bantuan

Bansos Dialihkan untuk Ponpes

H Azharudin
H Azharudin (JANWARI IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 3 Model Wanasaba Kabupaten Lombok Timur mendapatkan bantuan senilai Rp 1 miliar dari pemerintah pusat untuk perbaikan bangunan gedung madrasah, akibat guncangan gempa bumi akhir Juli 2018 lalu.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Timur H Azharudin mengatakan, bagi madrasah yang rusak akibat gempa bumi belum mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, meski sudah mengajukan jumlah yang rusak, namun hingga saat ini belum ada bantuan untuk memperbaiki gedung madrasah yang rusak akibat gempa.

“Untuk tahun ini, kita hanya dapat bantuan untuk pembangunan gedung MTs Negeri 3 Wanasaba senilai Rp 1 miliar,” sebut Azharudin, Kamis kemarin (11/4).

BACA JUGA: Kaniva Internasional Bali, Buka Seleksi Beasiswa Kuliah

Azhar mengaku bahwa kondisi bangunan gedung MTs Negeri 3 Wanasaba memang sangat parah setelah dilanda gempa bumi akhir Juli 2018 lalu. Sebagian bangunannya sudah dirobohkan untuk menghindari hal – hal yang tidak dinginkan terjadi kepada siswa. Karena itu, satu –satunya jalan keluar adalah bangunan gedung Mts Negeri 3 Wanasaba terpaksa harus dirobohkan.

“Hanya itu yang kita dapat, kalau yang lain belum ada,” terangnya.

Diterangkannya, berdasarkan dari data verifikasi jumlah madrasah yang mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi akhir Juli 2018 lalu, sebanyak 50 madrasah yang rata – rata mengalami rusak berat. Salah satu cara yang dilakukan agar siswa bisa belajar di madrasaha, hanya menggunakan kelas sementara. Bagi madrasah yang rusak berat, hingga saat ini masih berada di bangunan madrasah sementara.

Disampaikannya, dengan banyaknya madrasah yang rusak, Kemenag Lombok Timur sudah mengirim data kepada Kementerian Agama Pusat. Hanya saja, untuk tahun ini tidak ada bantuan yang akan diberikan ke madrasah. Bansos ini hanya diberikan bagi Pondok Pensatren (Ponpes).

“Setelah kita cek ternyata bansos madrasah ini tidak  ada, yang ada hanya bansos untuk Ponpes, karena  lebih banyak memiliki lembaga,” ujarnya.

BACA JUGA: 254 Siswa SMA/MA Tidak Ikut UNBK

Kendati demikian, untuk madrasah yang mengalami rusak berat ini pemerintah daerah siap mengerjakan. Karena beberapa waktu lalu, pihak Dinas PUPR sudah konfirmasi untuk perbaikan sarana dan prasarana. Untuk di kecamatan Sembalun dan Wanasaba saja, lebih dari 50 madrasaha yang bangunan gedungnya rusak, tapi belum dilakukan perbaikan.

“Hingga saat ini, sebagian besar madrasah ini siswanya belajar megunakan kelas darurat dan yang penting terhindar dari hujan,” kilahnya. (wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut