Progres Huntap Lamban, Bahan Huntara Kembali Disalurkan

Progres Huntap Lamban, Bahan Huntara Kembali Disalurkan
DISALURKAN: Bahan huntara dari BPBD Provinsi NTB untuk korban gempa KLU. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menyalurkan bahan hunian sementara (huntara) ke masyarakat korban gempa. Bahan huntara ini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB.

Bahan huntara ini terdiri dari 8.000 pagar bambu, 1.200 spandeks, dan 8.000 triplek. Bantuan ini tetap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mengacu pada usulan Oktober 2018. “Kita bagikan ke masyarakat yang belum dapat,” ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD KLU, I Ketut Pasek kepada Radar Lombok, kemarin (3/3).

BACA JUGA: Dana Bantuan Gempa Rp 55 Miliar Belum Ditransfer

Pada saat penyaluran kata Pasek, akan dilihat mana masyarakat yang belum dapat. Nantinya mereka harus memilih salah satu jenis pagar untuk huntara, apakah pagar bambu atau tripleks. Sementara spandeks langsung dibagi.

Untuk pembagiannya, satu KK dijatah enam lebar masing-masing bahan. Jumlah yang belum tersalurkan masih sekitar 3 ribu KK. Jika menghitung dengan pembagian sekarang, tentu belum mencukupi. “Kekurangannya itu, kita cari solusi seperti kita bersurat ke BPBD Provinsi, dan mungkin masih donasi dari pihak ketiga itu yang kita adakan,” terangnya.

BACA JUGA: Korban Gempa Lebih Tertarik Bangun RIKA

Seperti diketahui saat ini sudah sekitar enam bulan pascagempa 5 Agustus 2018, yang berakibat fatal pada infrastruktur permukiman, dunia usaha, dan pemerintahan di KLU.

Kendati seperti itu, menurut Pasek, pembagian bahan huntara saat ini masih perlu mengingat hunian tetap (huntap) yang tengah dibangun baru 1.417 unit dari 60 ribuan rumah rusak di KLU. “Kita terus menggenjot penyaluran huntara, dan bergerak cepat pembangunan huntap,” katanya. (flo)