Korban Gempa Lebih Tertarik Bangun RIKA

RIKA
RUMAH KAYU: Korban gempa di Sembalun yang rumahnya rusak berat, lebih banyak memilih untuk membangun rumahnya dengan struktur rumah instas kayu (Rika). (M GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Rumah tahan gempa (RTG) dengan struktur rumah instan kayu (Rika) paling diminati oleh korban gempa di Sembalun yang rumahnya rusak berat. Saat ini, sebanyak 783  unit Rika di Sembalun yang kini sedang dalam proses pengerjaan.

Selain itu, sebelumnya ada sekitar 28 unit rumah korban gempa dengan struktur Rika ini telah tuntas dikerjakan dan mulai ditempati warga. Proses pengerjaan dilakukan langsung oleh warga namun material kayu diterima dari pihak aplikator sesuai dengan spesifikasi RTG. ‘’Memang banyak warga yang kurang berminat dengan Risha. Selain karena faktor keterlambatan , juga karena kurangnya tenaga yang mereka miliki. Sehingga warga pun beralih menggunakan Rika,‘’ terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim Purnama Hadi, kemarin (15/2).

BACA JUGA: Janji Bantuan dari Kemensos belum Terealisasi

Lebih lanjut disampaikan, jumlah rumah warga Lotim yang rusak terkena dampak gempa sebanyak 25.771 unit. Dengan rincian rusak berat sebanyak 7.838 unit, rusak  sedang 3.218 unit, dan rusak ringan 14.715 unit. ‘’Dari 7.838 yang rusak berat itu, yang baru hanya 6.068 kepala keluarga (KK) yang telah menerima bantuan sebesar Rp 50 juta,‘’ lanjutnya.

Sementara yang rusak sedang,  dari 3.218 yang rusak baru sekitar 1.150 KK yang telah menerima bantuan sebesar Rp 50 juta . Sedangkan untuk rusak ringan, dari 14.715 unit yang rusak, baru sekitar 5.214 yang telah menerima bantuan sebesar Rp 10 juta. ‘’Sisanya yang belum itu kita masih menunggu transfer bantuan dari pemerintah pusat. Karena kita telah mengusulkan total bantuan untuk korban gempa di Lotim sebesar Rp 619 miliar. Tapi yang sudah terealiasi baru hanya Rp 384 miliar lebih, atau sekitar 62 persen,‘’ bebernya.

BACA JUGA: Data Korban Gempa Penerima Bantuan Ditemukan Rancu

Untuk kepastian kapan sisa bantuan itu akan ditransfer pusat, Purnama Hadi mengaku diupayakan segera mungkin. Pihaknya tetap intens berkoordinasi dengan pusat dalam hal ini Badan Nasional  Penanggulangan Bencana Nasional (BPNPB). Ketika bantuan itu sudah turun dan masuk rekening BPBD, maka mereka pun akan segera mungkin mentransfernya kembali ke rekening penerima bantuan. ‘’Kita terus mendesak pusat supaya bisa segera mungkin bantuan itu ditransfer,’’ katanya. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid