Prodi Farmasi Gelar Workshop Peninjauan Kurikulum

UNHAM
Prodi Farmasi UNHAM melakukan workshop peninjauan kurikulum dan menyusun kurikulum sesuai KKNI dan APTFI berbasis MBKM.

SELONG – Salah satu kegiatan dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) yang diraih program studi Farmasi Universitas Hamzanwadi (UNHAM), melakukan workshop peninjauan kurikulum dan menyusun kurikulum sesuai KKNI dan APTFI berbasis MBKM. Kegiatan tersebut dilaksanakan Senin 16 Agustus 2021 dengan menghadirkan 2 tenaga ahli, yaitu Dr H Syamsul Arifin dan tenaga ahli yang direkomendasikan Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen program studi farmasi, perwakilan alumni, perwakilan pengurus Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Lombok Timur, perwakilan dosen Prodi Pendidikan Biologi, Fisika, Ekonomi, dan penjaminan mutu Universitas Hamzanwadi.  

Workshop kurikulum ini berlangsung selama 6 hari secara daring dan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr H Khirjan Nahdi. Dr Khirjan menyampaikan bahwa, program studi Farmasi termasuk salah satu program studi yang termuda di Universitas Hamzanwadi. Namun telah menunjukkan kemampuannya dengan meraih program kompetisi kampus merdeka bersama program studi Teknik Informatika.

Menurutnya, kegiatan workshop kurikulum ini merupakan kegiatan strategis, karena pemberlakuan MBKM menuntut perguruan tinggi berpikir revolusioner, yaitu perubahan secara besar-besaran untuk menciptakan generasi yang kompetitif di masa mendatang.

“Generasi yang siap bersaing secara global, dalam pemikiran revolusioner tersebut maka yang harus dipersiapkan oleh perguruan tinggi adalah kurikulum,” paparnya.

Pada kesempatan berbeda, Direktur Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Hamzanwadi Dr Padlurrahman menyampaikan workshop peninjauan kurikulum program studi Farmasi dilakukan dalam rangka mencapai indikator peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan kebijakan MBKM menuju program studi yang siap bersaing dalam dunia global.

Produk dari kegiatan ini diharapkan mampu menjawab tantangan zaman yang mengalami perkembangan yang begitu pesat. Lulusan progran studi harus mampu mendapatkan pekerjaan tepat waktu dan mampu melaksanakan kegiatan pembelajaran di luar kampus minimal 20 sks.

“Harapannya, ini menjadi role model bagi program studi lain di Universitas Hamzanwadi, agar visi kampus dengan tagline religius dan berbudaya santri terwujud,” tutup Padlurrahman. (luk)

BACA JUGA :  Webinar, Upaya Memelihara Atmosfir Akademik Tetap Terjaga