Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban Pembunuhan Senggigi

Kombes Pol Artanto
Kombes Pol Artanto.(Dery Harjan/Radar Lombok)

MATARAM – Polisi masih kesulitan untuk mengungkap identitas mayat perempuan dalam plastik sampah di jurang tepi Jalan Raya Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, pada Rabu malam (5/2).

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, pihaknya sudah memeriksa delapan saksi yang berasal dari sekitar tempat penemuan mayat. Hanya saja dari hasil pemeriksaan belum didapatkan keterangan yang  dapat mempermudah polisi untuk mengungkap identitas mayat perempaun yang diperkirakan berusia 17 tahunan tersebut. Polisi pun kini akan mencoba cara lain yaitu akan menyebar sketsa wajah korban. “Sudah diupayakan oleh pihak kepolisian untuk menggambar wajah dari korban tersebut. Namun ini memerlukan keahlian khusus karena wajah korban sudah rusak,” ungkap Artanto, Jumat (14/2).

Diharapkan, dengan adanya sketsa wajah dapat memberikan informasi kepada masyarakat jika ada yang mengenali korban. Sehingga, polisi dapat segera menemukan titik terang mengusut kasus tersebut. Selain itu, sketa wajah juga diperlukan karena penyidik kesulitan melakukan identifikasi disebabkan sidik jari korban yang sudah rusak termakan waktu. “Saat ditemukan, korban diperkirakan sudah tiga hari di TKP,” bebernya.

Diejelaskannya, korban ini diduga adalah korban pembunuhan. Sebab dari hasil otopsi ditemukan beberapa bekas kekerasan.”Di tubuh mayat ada jeratan di leher yang mengakibatkan korban kesulitan napas. Selain itu di mukanya ada luka robek. Kemudian di perutnya juga ada jeratan,’’ bebernya.

Saat ini mayat korban masih disemayamkan di rumah sakit Bhayangkara Mataram. Terkait sampai kapan mayat korban disimpan disana, Artanto belum bisa memastikannya.Yang jelas kata dia, selama penyidik masih membutuhkan mayat tersebut untyuk penyelidikan maka selama itu pula mayatnya tersimpan di sana.

Seperti diketahui sebelumnya, salah seorang warga Dusun Loco Desa Senggigi Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat digegerkan dengan penemuan mayat pada Rabu (4/2) malam sekitar pukul 21.00 Wita. Kondisinya dalam  keadaan  terbungkus plastik sampah  warna  hitam ukuran besar kemudian di bungkus lagi dengan karung goni warna cokelat muda.

Warga yang mendapati mayat tersebut langsung menghubungi pihak kepolisian sektor Senggigi. Tidak berselang lama, polisi pun datang dan langsung melakukan evakuasi.Mayat korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Dari pantauan Radar Lombok di Rumah Sakit Bhayangkara  sekitar pukul 23.10 Wita, terlihat kondisi mayatnya sudah membengkak dan mengeluarkan bau menyengat. Kantong plastik sampah yang dipakai untuk membungkus korban pun masih melekat dan  menyisakan bercak darah. (der)

BACA JUGA :  Polisi Kesulitan Ungkap Identitas Korban