Polda Tunjuk Polres Loteng Jadi Pilot Project SIM Online

MELAYANI: Kasat Lantas Polres Loteng AKP Pratiwi Noviani turun langsung melayani masyarakat yang memohon SIM pada program Si Made (Cr-ap/radar lombok)

PRAYA– Belum lama ini Kapolres Lombok Tengah (Loteng) AKBP Kholilur Rochman, melahirkan program SIM Masuk Desa (Si Made). Dimana program ini sangat dinilai erat kaitannya dengan program Kapolri, yakni Profesional Modern dan Terpercaya (Promoter), sehingga Polda NTB telah menunjuk Polres Loteng sebagai daerah pilot project penerapan SIM online. “Polres Loteng telah melahirkan program dinamakan Sim Masuk Desa (Si Made), setelah dilakukan pengkajian terhadap program ini, ternyata erat kaitannya dengan program Kapolri, yakni Promoter,” ungkap Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti, via Ponsel Senin kemarin (13/3).

Guna mendukung program tersebut, pihaknya telah membantu melancarkan program tersebut, dengan mengirimkan, tiga unit mobil sim one line, selama program Si Made dilakukan. Dikatakan, ketertarikannya dengan program Si Made ini, sebab program yang dilakukan Polres Loteng, langsung menjemput bola ke masing masing desa. Sehingga ini tentunya memiliki dampak positif terhadap masyarakat, terutama masyarakat yang membutuhkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sebab selama ini sering kali masyarakat, terutama dipinggiran mengeluh, lantaran lokasi pembuatan SIM cukup jauh, sehingga apa yang dilakukan polres ini patut dikembangkan. “Jadi jemput bola yang dilakukan oleh Polres Loteng, harus dikembangkan ke daerah lain dan insyaallah kami akan insturksikan ke semua polres se NTB, untuk membuat program seperti di Loteng,” sebutnya.

[postingan number=3 tag=”loteng”]

Sementara itu Kasat Lantas Polres Loteng, AKP Pratiwi Noviani diruang kerjanya mengakui, kalau program yang dilahirkan kapolres, mendapatkan dukungan penuh dari Polda NTB. Sebagai bentuk dukungan polda, ketika melaksanakan program tersebut. Dikirimkan tiga unit Mobil pembuat SIM online dan ini merupakan pertama kali, Polda turun langsung membantu dalam pembuatan SIM. “Saat program Si Made yang ke dua, yang dilaksanakan di Desa Pendem Kecamatan Janapria Loteng, Polda menurunkan 3 unit mobil SIM online,” katanya.

Dibeberkan, setelah dilonching program ini, pertama kali dilakukan di Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Loteng, pada program pertama ini, ternyata banyak sekali masyarakat yang membuat SIM. Selanjutnya program Si Made ke dua kalinya di Desa Pendem Kecamatan Janapria, untuk yang kedua kalinya ini, Polda sendiri telah menurunkan atau membacup program tersebut, dengan menurunkan Tiga unit mobil  SIM online.

Adanya bantuan tersebut, pihaknya mengaku sangat terbantu sebab, jika dilihat dari jumlah peralatan yang ada di Polres, dengan jumlah pembuat sim, itu tidak memadai. Namun dengan turunnya Polda yang membacup, sehingga pelayanan menjadi lebih mudah. “Alhamdullah, program yang telah kami laksanakan mendapatkan atensi dari polda dan menerjunkan tiga unit mobil pembuat SIM online,” ungkapnya.

Selanjutnya kata Pratiwi, program ini pihak Polda berencana akan dikembangkan di sejumlah Kabupaten kota se NTB. Informasinya Polres KLU juga akan melaksanakannya, namun informasinya sampai saat ini belum action. Selanjutnya besok pagi (Hari ini), Si Made akan dilakukan di Pasar Renteng Kecamatan Praya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid