Pesona Air Terjun Kembar di Tiu Teja Water Fall

AIR TERJUN TIU TEJA: Panorama keindahan air terjun Tiu Teja yang sangat indah dibalik kerimbunan hutan Gunung Rinjani. (sigitsetyo/radarlombok)

TANJUNG—Keberadaan Gunung Rinjani di Lombok, menjadikan pulau berjuluk “Seribu Masjid” ini banyak dianugerahi keindahan alam berupa air terjun yang sangat indah. Sebut saja diantaranya yang sudah populer di kalangan wisatawan yaitu air terjun Sendang Gile, Tiu Kelep, Tiu Pupus, dan Kerta Gangga di Kabupaten Lombok Utara, kemudian air terjun Benang Stokel, dan Benang Kelambu di Kabupaten Lombok Tengah, dan air terjun Otak Kokok, Jeruk Manis di Kabupaten Lombok Timur.

Sebenarnya, masih banyak lagi air terjun di lereng-lereng Gunung Rinjani dengan ketinggian 3726 meter dari permukaan laut, yang membentang mulai dari ujung Kabupaten Lombok Utara, hingga ujung Kabupaten Lombok Timur. Hanya saja, keterbatasan akses jalan menuju lokasi, dan minimnya fasilitas public, atau akomodasi, membuat berbagai air terjun yang sangat indah itu sepi dari pengunjung.

Salah satunya yang kini sedang dikembangkan sebagai destinasi wisata baru yaitu air terjun Tiu Teja di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Air terjun dengan ketinggian sekitar 40 meter yang tersembunyi di belantara hutan Gunung Rinjani yang masih alami dan asri ini, menurut para wisatawan yang pernah berkunjung, panorama keindahannya bahkan mengalahkan air terjun lain yang sudah berkembang sebagai destinasi wisata.

Kalau air terjun lain, air yang meluncur turun tunggal (satu), atau lebar jika sumber air yang mengalir deras. Maka air terjun Tiu Teja memiliki dua mata air terjun yang meluncur secara berdampingan. Indahnya lagi, ketika mendapat sinar matahari, sewaktu-waktu akan muncul sinar pelangi diantara bias titik-titik air yang meluncur.

Baca Juga :  Harga Tiket Pesawat Mahal Bikin Resah Pelaku Pariwisata NTB

“Akibat seringnya terlihat sinar pelangi di air terjun, masyarakat setempat akhirnya memberikan nama Air Terjun Tiu Teja. “Tiu” dalam bahasa Sasak-Lombok berarti Mata Air, sedangkan “Teja” berarti pelangi,” kata Muhammad Taufik, pegiat wisata di Santong yang akrab disapa Opik ini, Minggu (24/3/2024).

Dari Kota Mataram, air terjun Tiu Teja berjarak sekitar 60 kilometer, atau sekitar 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Karena jalur menuju lokasi air terjun dari jalan utama desa masih melintasi kebun dan hutan yang lebat sejauh 2 kilometer.

“Jadi saran saya kepada pengunjung agar menggunakan kendaraan sepeda motor saja. Bisa menggunakan mobil, tetapi kendaraan hanya sampai di pintu gerbang di pinggiran jalan desa. Untuk menuju lokasi, selanjutnya bisa menyewa jasa tukang ojek (angkutan umum menggunakan sepeda motor),” jelas Opik.

Namun bagi mereka yang hobi petualangan (mendaki) sambungnya, jalan kaki menuju lokasi air terjun juga penuh pengalaman yang menakjubkan. “Rute yang tersaji akan melintasi perkebunan kopi milik masyarakat, untuk selanjutnya memasuki hutan tropis di lereng Gunung Rinjani yang masih lebat dan alami. Sapaan ramah penduduk akan sering terdengar ketika berpapasan, demikian pula suara-suara merdu dari burung, ayam hutan, dan monyet abu-abu, akan menemani sepanjang perjalanan hingga lokasi air terjun,” papar Opik.

Tanda kalau sudah sampai di lokasi air terjun, yaitu keberadaan Pos Pemantau milik BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), silahkan parkir sepeda motor di tempat itu, dan lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuruni jalan setapak yang sekarang sudah dibuatkan anak tangga hingga lokasi air terjun.

Baca Juga :  Desa Wisata Labuhan Lombok: Integrasi Pariwisata Berkelanjutan

Air terjun Tiu Teja memang belum terlihat dari Pos Pemantau BKSDA, namun suara gemuruh air terjun sudah terdengar, dan menggoda para pengunjung untuk segera turun untuk menikmati sejuk dan segarnya air pegunungan.

Benar saja, sampai di lokasi, dua mata air terjun berwarna putih terlihat turun meluncur dengan derasnya, sehingga membentuk kolam dibawahnya selebar sekitar 10 meter persegi, dengan kedalaman sekitar 1 meter, sehingga aman untuk aktifitas berenang.

Tidak hanya itu, bias air yang turun, untuk kemudian naik lagi, akan membasahi gerumbul tanaman-tanaman, batu-batu besar, serta tebing-tebing batu di sekelilingnya, sehingga efek yang ditimbulkan, batu dan tebing-tebing itu selalu basah dan berlumut.

Ketika bias titik-titik air yang naik itu tertimpa sinar matahari, maka pengalaman menikmati keindahan itu akan semakin lengkap dengan hadirnya sinar pelangi yang berwarna-warni. Benar-benar air terjun yang indah dan eksotik.

“Satu lagi saran kami, karena destinasi wisata air terjun Tiu Teja ini baru dibuka untuk umum, maka di lokasi belum ada para pedagang makanan dan minuman. Jadi para pengunjung diharapkan membawa bekal makanan dan minuman sendiri,” saran Opik. (gt)

Komentar Anda