Penjaminan Kredit Didominasi Penyaluran KUR

Jaja Jatnika (DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Sejumlah lembaga penjaminan kredit yang beroperasional di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyebut perekonomian di NTB pada tahun 2016 menunjukan trend yang positif, jika dibandingkan dengan tahun 2015. Hal tersebut dihitung dengan melihat kenaikan yang cukup drastis untuk penjaminan kredit baik itu untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan juga usaha besar termasuk proyek lainnya.

“Realisasi penjaminan tahun 2016 meningkatkan dua kali lipat dari tahun 2015. Penjaminan kredit didominasi untuk KUR,’ kata Kepala Perum Penjaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Cabang Mataram, Jaja Jatnika, Rabu kemarin (11/1).

Jaja menyebut pada tahun 2015 dimana saat itu wilayah kerja Perum Jamkrindo Cabang Mataram meliputi Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa realisasi penjaminan untuk semua produk mencapai Rp1,2 triliun. Sementara itu di tahun 2016, untuk Perum Jamkrindo Cabang Mataram hanya meliputi wilayah kerja se Pulau Lombok berhasil realisasi penjaminan kredit diangka Rp1,3 triliun. Artinya terjadi kenaikan dua kali lipat realisasi penjaminan kredit yang dilakukan Jamkrindo Cabang Mataram.

Dari realisasi penjaminan kredit Perum Jamkrindo Cabang Mataram tahun 2015 dari total nilai penjaminan sebesar Rp1,2 triliun dengan asumsi sekitar 60 persen berada di Pulau Lombok atau sekitar Rp700 miliar lebih. Sementara di tahun 2016, realisasi penjaminan kredit khusus di Pulau Lombok saja tembus diangka Rp1,3 triliun.

[postingan number=3 tag=”kredit”]

Tingginya realisasi penjaminan kredit di Pulau Lombok, kata Jaja, tak terlepas dari kondisi perekonomian di Provinsi NTB yang tumbuh cukup bagus dibandingkan dengan tahun 2015 lalu. Meningkatnya realisasi penjaminan kredit di tahun 2016 memang didominasi untuk kredit usaha rakyat (KUR) bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta sektor riil lainnya termasuk proyek infrastruktur dan jasa, perdagangan lainnya.

Tahun 2016 realisasi penjaminan kredit tumbuh diatas 40 persen yang menandakan prospek ekonomi di NTB kian positif. “Untuk tahun 2017 ini, kami menargetkan penjaminan kredit tumbuh minimal 10 persen di wilayah Pulau Lombok,”  ucapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala PT Askrindo Cabang Mataram, IBM Jayandana.  Pada tahun 2015, realisasi penjaminan kredit khusus KUR sebesar Rp185 miliar dan di tahun 2016 sebesar Rp1,2 triliun. Sementara itu untuk penjaminan kredit non KUR di tahun 2015 sebesr Rp860 miliar dan premi Rp18 miliar. Di tahun 2016 sebesar Rp1,1 triliun dan premi Rp22 miliar. “Realisasi penjaminan di tahun 2016 cukup bagus. Untuk target 2017, masih menunggu ketetapan pemerintah pusat,” tutupnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid