Pengusaha Roti Keluhkan Harga Gula

MATARAM—Kelurahan Babakan, Kecamatan Sandubaya, merupakan salah satu kelurahan di Kota Mataram yang sebagian besar masayarakatnya memiliki usaha pembuatan Roti. Hanya saja, sejak beberapa minggu yang lalu, warga Babakan mengeluhkan harga gula yang semakin tinggi.

Seperti disampaikan Ibu Muhtami, salah seorang pengusaha roti, karena harga gula terus naik, maka pihaknya terpaksa mencari akal agar usaha yang telah dirintis sejak tahun 2003 ini tidak merugi. “Daripada saya merugi, maka saya merubah ukuran roti yang saya buat menjadi lebih kecil,” jelasnya.

Dijelaskan, sebelum Ramadan harga gula Rp 500 ribu per 50 kilogram, atau sekitar Rp 10 ribu per kilogram. Sedangkan sekarang harga gula dipasaran naik menjadi Rp 825 per 50 kilogram, atau sekitar Rp 16.500 per kilogram.

BACA JUGA :  Harga Petani Rp 25 Ribu, Harga Pasar Rp 100 Ribu

“Selain harga gula, kebutuhan lain untuk pembuatan Roti juga naik, diantanya harga telur yang dulu Rp 1500 per butir, kini naik menjadi menjadi Rp 2000 per butir,” keluh Muhtami.

Senada, Sulman, pengusaha roti lainnya juga mengeluhkan harga gula yang kian tingi saja. Padahal beberapa hari lalu harga gula sempat murah, namun entah kenapa naik lagi. “Kalau terus seperti ini, kami takut ini akan berimbas pada pengurangan karyawan,” ujarnya seraya menyampaikan, saat ini pihaknya mempekerjakan 17 orang, dengan gaji seminggu Rp 300 ribu.

Karena itu, Sulman hanya bisa berharap kepada pemerintah, agar bisa menekan harga gula dengan melakukan operasi pasar. “Ya, harapan saya semoga pemerintah bisa menstabilkan harga gula dan kebutuhan lain,” pintanya. (cr-wan)