Pengangkatan Guru Honorer Harus Lebih Selektif

H. Adnan Muchsin (Nasri/Radar Lombok)

MATARAM—Pengangkatan guru honorer terus menjadi sorotan banyak pihak. Pengangkatan guru honorer diminta lebih selektif demi menjamin kualitas pendidikan yang lebih bermutu.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Mataram, H. Adnan Muchsin mengatakan, tenaga pendidik atau guru di Kota Mataram dari kalangan PNS sudah mulai berkurang. Ini disebabkan karena tidak sedikit dari mereka yang sudah memasuki usia pensiun.

“Tapi kekurangan guru PNS ini tidak ada masalah dengan aktivitas belajar mengajar di sekolah. Kekurangan guru ini tertutupi dengan keberadaa guru honorer,” ungkapnya, Senin (21/11).

Adnan mengaku, keberadaan guru honorer sangat membantu kekurangan guru di Kota Mataram. Hanya saja, tidak sedikit dari guru honorer yang dinilainya belum memiliki pengalaman belajar serta tidak layak menjadi guru. “Memang banyak juga yang sudah sangat layak dan berkualitas,” sambungnya.

Terhadap guru honorer yang kurang layak, bebernya, mau tidak mau akan berdampak terhadap output hasil belajar mengajar. Bukan tidak mungkin penguasaan materi pelajaran oleh siswa kurang maksimal.

Lantaran itu, ia meminta segenap institusi pendidikan di Kota Mataram agar lebih selektif menerima guru honorer. Ini karena tanggung jawab pendidikan disebutnya menyangkut nasib manusia di masa depan.

Baginya, maju mundurnya kualitas pendidikan tidak terlepas dari kualitas tenaga pendidik yang tersedia. Jika kualitas tenaga pendidik bagus, dipastikan output siswa yang dididik juga bagus.

Dikatakan, ada rumor menyangkut nasib guru honor di Kota Mataram. Pemerintah setemapt yang ingin menjamin kualitas pendidikan di Kota Mataram akan meninjau ulang SK para guru honor.

Peninjauan SK tersebut, bebernya, tidak lepas dari keinginan pemerintah yang akan memperhatikan kesejahteraan mereka. Di lain sisi, guru honor juga akan diberikan pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kompetensi. (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid