Pendakian Rinjani Jalur Sesaot Perlu Pembenahan

JELAJAH : Peserta jelajah Lingkar Rinjani berangkat menjelajahi Rinjani lewat jalur Sesaot. (IST/Radar Lombok )

GIRI MENANG – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat memperkenalkan jalur baru pendakian gunung Rinjani jalur lewat Sesaot- Pakuan Kecamatan Narmada, Jumat (25/11) lalu lewat program Lingkar Rinjani. Peserta mendaki Rinjani lewat jalur ini selama dua hari.

Salah satu peserta jelaja, dari Wapala FH Universitas Mataram, Noval, mengatakan jalur pendakian ini sudah bagus namun banyak hal yang harus dilengkapi.” Untuk dibuka menjadi jalur pendakian Rinjani sebenarnya sudah bagus, jalurnya landai, namun masih banyak yang perlu diperhatikan,” sarannya.

Karena landai, jalur ini ditempuh panjang untuk sampai ke Rinjani,  jalur ini mungkin masih perlu banyak hal yang harus dibenahi. ” Jalur yang dibuat bisa dibilang tidak terlalu dekat dengan mata air, penunjuk arah juga sangat minim, apalagi pendaki  bisa rancu dengan banyaknya jalur petani di sekitar HKM,” ungkapnya.

Karena jarak tempuhnya jauh, untuk itu sebenarnya perlu view yang bisa dinikmati sepanjang jalan. Jalur ini masih sangat tertutup. Sekitar lima jam berjalan para pendaki tidak bisa melihat pemandangan selain HKM. ” Tadi selama lima jam praktis yang kita lalui hanya HKM dan hutan, ” ujarnya.

Baca Juga :  KolaborAksi, Menteri Sandi: Senggigi Tetap Menjadi Destinasi Andalan

Sementara itu Ratnadi, dari Pokdarwis Desa Pakuan, menjelaskan jalur pendakian yang dijelajah ini  adalah jalur purba, jarak tempuhnya memang cukup jauh.” Kami dari Pokdarwis beberapa waktu lalu pernah mencoba jalur ini. Jalur bisa langsung tembus ke pelawangan Senaru, tapi itu pun butuh waktu sekitar 2 dua hari dua malam,” ungkapnya.

Selain menuju pelawangan Senaru, ada juga jalur yang menuju Gunung Awur.” Dari sana juga kita sudah bisa melihat view danau Segara Anak, namun akses untuk turun langsung ke danau belum ada, ” tegasnya.

Asisten II Setda Lombok Barat, Rusditah, mengungkapkan jalur Sesaot merupakan jalur suci yang digunakan pertama kali oleh Raja Anak Agung Karangasem pada saat menguasai Lombok dulu.” Ini merupakan jalur pendakian purba oleh Anak Agung dan pertapa menuju Gunung Rinjani yang tersebut dalam Babad Lombok. Itulah, ceritanya, alasan Taman Narmada dijadikan sebagai replika Gunung Rinjani oleh Raja Anak Agung di mana Sesaot merupakan satu wilayah yang ada di Kecamatan Narmada, ” ungkapnya saat pelepasan.

Baca Juga :  Pembangunan Hotel di Mekaki Belum Mulai, Alasannya Medan Sulit

Jalur Sesaot ini akan melalui sejumlah titik yaitu Bunut Ngengkang, Buak Odak, Jurang Peken pada kilometer ke-20, Lingkok Dangko’, Senaos, Senitik, Gunung Anak Dare (di sini terdapat pohon kayu besar Urat Sase), dan Gunung Sangkareang (masuk wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani/TNGR). Setelah itu sekitar 2 km kemudian akan masuk ke Pelawangan, pintu masuk ke kawah Gunung Rinjani.

Jarak tempuh jalur ini sekitar sekitar 25 km yang oleh masyarakat lokal yang biasa mendaki bisa menempuh sekitar satu hari pulang pergi. “Kelebihan jalur ini karena jalurnya relatif lurus, tidak berpasir dan tidak licin, dengan jalan yang cukup lebar yang kalau direvitalisasi bisa menggunakan segala jenis kendaran baik roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.(ami) 

Komentar Anda