Pemkot Harus Bersikap

MEMPERIHATINKAN: Nampak kalangan murid TK-SD Model saat belajar di ruang kelas, Rabu kemarin (25/1) (Sudir/Radar Lombok)

MATARAM–Komisi IV DPRD Kota Mataram menyikapi persoalan TK-SD Model setempat yang berada di Jalan Brawijaya, Seganteng yang statusnya kini memperihatinkan. Kalangan murid sekolah ini belakangan numpang belajar di gedung SMPN 14 Mataram.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, L Suriadi, mengaku perihatin atas nasib kalangan murid TK-SD Model Mataram. Persoalan ini disebutny harus cepat direspon secara bersama-sama dengan Pemkot maupun pihak Unram. 

‘’Kita harapkan ada solusi yang diberikan Pemerintah Kota Mataram terhadap kelangsungan sekolah,’’ katanya, Rabu kemarin (25/1).

Kondisi saat ini disebutnya cukup miris. Kalangan murid belajar di lantai dan bisa berdampak pada psikologis anak nantinya.  Apalagi saat ini belum ada kejelasan terkait dengan gedung yang mereka tempati. Sementara banyak sumbangan kalangan murid yang telah masuk, seperti rehab gedung SMPN 14 Mataram yang dulunya tidak digunakan.

[postingan number=3 tag=”pendidikan”]

‘’Kita harapkan ada jalan terbaik, seperti pembelian lahan dan pembuatan gedung,’’ imbuhnya.

Politisi PAN ini, mengaku cukup miris melihat anak-anak yang belajar di lantai. Apalagi masih kekurangan fasilitas, seperti ruang kelas, serta fasilitas sekolah lainya. Salah satunya, seperti musalla serta kebutuhan utama bagi kalangan murid.

Ia juga meminta Pemkot berkomunikasi dengan pihak Unram. Mengingat bangunan lama adalah hibah Pemerintah Kota Mataram. Bukan hanya bersumber dari APBN, tapi Pemkot punya peran di kampus II Unram tersebut.

Sementara itu, Asisten III Setda Kota Mataram, Hj Baiq  Evi Ghanevi, mengaku belum mengetahui persoalan tesebut. Ia tidak mengetahui kasus ini sejak diputus kontrak kerjasama dengan Unram. Karena itu, pihaknya sampai saat ini masih mencarikan solusi terkait dengan persoalan yang dihadapi sekolah ini. (dir)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid