Pemkot Diminta Pidanakan Manajemen LEM

MATARAM – Puluhan aktivis perempuan yang tergabung Gerakan Solidaritas Bersama Masyarakat (GSBM) Peduli Perempuan dan Anak NTB menggelar demo di depan Lombok Epicentrum Mall (LEM), Sabtu (4/6) dalam rangka memprotes penyelenggaraan Car Wash Dance yang menuai kontroversi karena dianggap mengandung unsur pornoaksi di halaman parkir LEM belum lama ini.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat dan berlangsung sore hari. Mereka meminta Pemerintah Kota Mataram menindak manajemen LEM serta EO Car Wash Dance sesuai  peraturan yang berlaku.

Koordinator aksi, Nurjanah menyampaikan kekesalannya terhadap acara tersebut. “ Itu sudah bentuk ekploitasi perempuan,” ungkapnya.

Para demonstran membawa pamplet yang dibagi-bagi ke para pengunjung LEM. Mereka mengajak warga memboikot LEM. Car Wash Dance dianggap telah menginjak-injak martabat perempuan.

Nurjanah meminta Pemkot tidak  berpihak pada investor, sebab ini sudah menyangkut pelecehan terhadap religiusitas Kota Mataram. Apalagi secara umum Lombok dikenal sebagai Pulau Seribu Masjid serta akan menjadi tuan rumah MTQ nasional. “Kami minta segera ditindak manajemen LEM selaku penanggungjawab, harus ada sanksi hukum,” ungkapnya.

Aksi ini sempat tegang saat aparat kepolisian tidak mengizinkan mereka masuk melakukan orasi. Aparat hanya memperbolehkan beberapa perwakilan masuk menemui pihak manajemen. Sayang, manajemen LEM tidak berada di tempat. Perwakilan hanya ditemui petugas keamanan  bernama Irwan Wahyudi. “Manajemen sudah melarikan diri, kami berikan deadline waktu sampai satu hari untuk segera meminta maaf ke masyarakat,” kata Anton Syahirdian.

Pendemo juga menampilkan atraksi mencuci mobil yang benar tanpa harus mengumbar aurat.

Sementara itu Kepolisian Resor Kota Mataram akan memanggil penyelenggara Car Wash Dance yang diduga mengandung unsur pornografi dan pornoaksi. Masyarakat diminta bersabar karena polisi masih mengumpulkan berkas-berkas. Hal ini disampaikan Kapolresta Mataram melalui Kasat Reskrim AKP Haris Dinzah, Sik pada waktu terpisah. “ Kita akan usut,” ungkapnya.

Ia berharap tidak ada aksi demonstrasi lagi. Ia meminta warga bersabar saat ini polisi masih mengumpulkan berkas atas laporan yang masuk. “ Bapak Kapolres sudah menyampaikan komitmen menyelesaikan masalah ini,” pungkas Dinzah. (dir/cr-zek)

BACA JUGA :  Mahasiswa Demo Terkait Pengelolaan TPA Kebon Kongok