Pelaku Teridentifikasi, Polisi Buru Perampok Sekaroh

Pelaku Teridentifikasi, Polisi Buru Perampok Sekaroh
KAPOLDA: Tampak Kapolda NTB, Brigjen Pol. Firli, yang didampingi Kapolres Lotim, AKBP Winky Adityo Kusumo, dan sejumlah perwira tinggi lainnya saat mendatangi rumah korban Inaq Jon. (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG–Paska kasus perampokan yang terjadi di Dusun Telone, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, yang mengakibatkan satu orang korban meninggal, Amaq Jon dan isterinya terluka parah, Kapolda NTB, Brigjen Pol Firly memerintahkan untuk memperketat pengawasan di titik-titik rawan di wilayah selatan.

“Saya minta kepada Kapolres (Lotim) untuk lebih memprioritaskan kawasan selatan dan titik rawan yang ada di wilayah selatan, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali,” tegas Firli kepada Radar Lombok usai memberikan santunan kepada korban perampokan, Jumat kemarin (2/6).

BACA JUGA: Pasangan Suami Istri Dibantai Kawanan Perampok

Untuk menjaga wilayah dan memulihkan keamanan di selatan Lotim, pria satu bintang ini memerintahkan agar anggota Polsek Jerowaru dan anggota Brimob melakukan patroli di pesisir pantai yang merupakan salah satu pintu masuk dan keluar oleh pelaku.

Tidak hanya itu, agar suasana tetap kondusif, dia juga memperintahkan anggota Dit Pol Air untuk mengamankan wilayah perairan. ”Jadi selain Brimob yang saya perintahkan. Saya juga memerintahkan pihak Pol Air untuk menjaga wilayah pesisir pantai. Anggota Brimob juga harus menggunakan sepeda motor,” perintahnya.

Sementara  untuk menangkap pelaku perampokan yang menewaskan Amaq Jon yang jumlahnya diperkirakan sekitar 25 orang, saat ini tim dari Ditreskrimum Polda NTB yang dibantu Polres Lotim terus intens turun lapangan untuk mencari pelaku perampokan, yang seorang diantaranya ternyata dikenali oleh korban Inaq Jon. “Jadi saat ini saya sudah perintahkan kepada Kapolres dan dibantu oleh Ditreskrimum Polda NTB untuk berupaya menangkap pelaku,” katanya.

Melihat rumah korban dan sisa penjarahan, Kapolda juga memperintahkan kepada pihak Polres Lotim untuk memasang dan memperbaiki kaca rumah, jendela yang pecah, dan pintu roling door. ”Jadi saya minta kepada Babinkamtibmas untuk membersihkan rumah korban dan mengadakan zikiran bersama, agar masyarakat tidak trauma,” pintanya.

Untuk meringankan beban Inaq Jon dan dua anaknya, korban perampokan, Kapolda NTB juga memberikan bantuan 11 kantong beras atau 55 Kg, 6 dus air mineral, 4 dus bingkisan dan sejumlah uang yang diberikan kepada anaknya. ”Jadi saya sengaja datang datang kesini untuk memberikan dukungan kepada korban,” ujar Kapolda.

BACA JUGA :  Edarkan Sabu, Warga Lingsar Ditangkap

Terpisah Wakil Direskrimum Polda NTB AKBP Nurodin mengatakan, pihak mem-back up Polres Lotim untuk membantu penangkapan para pelaku yang diperkirakan berjumlah puluhan orang. ” Memang kita back up dari Polda. Mudah-mudahan cepat terungkap,” ujar AKBP Nurodin.

Ia mengatakan, kasus tersebut masih terus didalami oleh kepolisian. Untuk itu, belum banyak informasi yang bisa diberikan. ” Kalau dalam posisi seperti ini, kita tidak bisa berkata banyak, kan rawan juga,” tambahnya.

Dari pendalamn yang dilakukan kepolisian, dua orang sudah diamankan. Namun, sampai  saat ini, mantan Kapolres Lombok Tengah ini memastikan status keduanya masih sebagai saksi. ” Ada dua orang yang diamankan. Masih saksi,” kata Nurodin.

Dua orang yang diamankan kepolisian ini disebutnya masih dimintai klarifikasi oleh kepolisian. ” Belum ada yang mengarah ke tersangka. Masih klarifikasi,” sebutnya.

Terkait dengan motif kejahatan ini, sampai  saat ini, Nurodin memastikan murni terkait dengan pencurian dan perampokan. ” Untuk sementara motifnya masih perampokan,” bebernya.

Keterangan dari istri korban yang selamat juga terus digali oleh kepolisian. Selain itu, kepolisian akan memberikan pengawasan dan pengamanan kepada isteri korban. ” Kalau korban itu tetap ada kita berikan pengawasan,” tandasnya.

Sementara Inaq Jon mengatakan, kalau dia mengaku mengenal salah seorang yang dicurigai pelaku, pada saat ditunjukkan beberapa foto oleh anggota kepolisian. Dari dasar itulah pihak kepolisian meyakini akan dapat segera menangkap pelaku perampokan sadis yang mengakibatkan korban mengalami kerugian ratusan juta rupiah, serta hilangnya nyawa Amaq Jon tersebut.

“Barang-barang yang diambil dari kami berupa uang Rp 14 juta yang ditaruh di dalam dompet, dan ditaruh di bawah tempat tidur. Sementara untuk uang yang disimpan dalam keramik tidak diketahui berapa jumlah pastinya,” kata Inaq Jon sambil menangis.

Dia berharap kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku, agar segera di proses dan mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai aturan yang berlaku. ”Saya hanya minta bapak (Kapolda, red) untuk menangkap pelaku yang membunuh suami saya,” tangisnya. (cr-wan/gal)