Pelaku Pembunuhan Rani Guru TK di Gunungsari Ini Minta Maaf

MATARAM— Pelaku pembunuhan guru TK bernama Haerani (22 tahun) di BTN Citra Persada Medas, Blok S Nomor 5, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat telah ditangkap di Desa/Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sekitar pukul 13.00 Wita, Rabu (10/8).

Usai ditangkap pelaku berinisial S, 41 tahun, asal Ampenan Kota Mataram. Pelaku sampai ke Mapolresta Mataram sekitar 17.14 Wita, Kamis (11/8). Saat di ruang penyidik, pelaku mengaku berencana akan menyerahkan diri ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sehari sebelum ditangkap, pelaku menelepon istrinya dengan alasannya sudah tidak bisa lagi menahan rasa rindu pada istri dan anaknya. Dalam obrolannya via telepon tersebut, istrinya sempat menanyakan keberadaanya, namun pelaku tidak memberitahukan keberadaannya. “Dia tanya, saya di mana. Tapi saya bilang tidak perlu kamu tahu. Yang penting saya lagi kerja,” tutur S.

Tak cuma itu, S juga sudah mengakui perbuatannya kepada istrinya. Istrinya lantas menyarankan agar sebaiknya S menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Istrinya juga mengaku siap menanggung malu dan sanksi sosial atas perbuatan bejat suaminya tersebut. Mendengar kesiapan istrinya tersebut, pelaku ini juga bersiap untuk menyerahkan diri atas apa yang diperbuat. “Saya bilang, pasti akan pulang minggu-minggu ini untuk menyerahkan diri,” katanya.

Terhadap korbannya, pelaku menyampaikan permintaan maafnya. Termasuk juga kepada keluarga korban. Ia mengakui bahwa menghilangkan nyawa Rani adalah perbuatan yang sudah tidak bisa dimafaatkan dan sudah fatal. “Mungkin kelakuan saya tidak bisa dimaafkan. Yang penting saya sudah minta maaf,” pungkasnya.

Seperti diketahui, jasad Rani pertama kali ditemukan ibu kandungnya, Nurmah di rumah korban di perumahan BTN Citra Persada Medas, Blok S Nomor 5, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat pada Jumat (29/7) lalu. Nurmah menemukan jasad anak gadisnya dengan posisi duduk di pojokan kamar mandi dengan leher dan muka tertutup kain. Dari temuan itu, polisi kemudian melakukan olah TKP dan mengotopsi mayat korban.

Dari keterangan medis, Rani diperkirakan sudah dua hari meninggal dunia sejak mayatnya ditemukan. Saat ditemukan juga, jasad Rani sudah mengeluarkan bau busuk dengan beberapa luka di bagian wajahnya. Dari pemeriksaan polisi, semua barang barang milik Rani yang ada di rumah tersebut masih utuh, terkecuali handphone Rani sejumlah dua unit. (cr-sid)

Komentar Anda
Baca Juga :  Rani Guru TK Dibunuh karena Meminta Tanggung Jawab Pria yang Menghamilinya