Pelaku Mengaku Setubuhi Korban untuk Obati Spilis

Jadi Atensi Publik, Harus Dihukum Berat

Pelaku Mengaku Setubuhi Korban untuk Obati Spilis
DIPERIKSA : Pelaku utama pemerkosaan siswi madrasah, S, saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Lotim kemarin. S ditangkap setelah beberapa hari bersembunyi. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

SELONG – Sebanyak empat orang pelaku pemerkosaan EB, siswi madrasah di Lombok Timur hingga tewas telah berhasil dibekuk aparat Polres Lotim. Pelaku utama adalah S, yang tak lain adalah pacar korban. Publik berharap kasus ini tuntas dan pelakunya dihukum berat.

BACA: Siswi Madrasah Diperkosa Empat Orang Hingga Tewas

Pelaku adalah S, Wan, Bul dan Pendi. S belakangan tertangkap setelah bersembunyi dari kejaran polisi. Ia dibekuk di lokasi persembunyian di persawahan.

Di hadapan polisi, S mengakui perbuatannya. Dialah yang pertama kali mengajak korban keluar untuk nonton acara musabaqah. Kemudian baru setelah S menghubungi teman-temannya lewat telpon. Ia menyampaikan bahwa korban bersedia diajak keluar. Itu berarti pemerkosaan telah direncanakan.” Pelaku Wan kemudian minta jatah menyetubuhi korban. Namun saya menolak,” ungkap S kemarin.

S sejak awal memang berencana untuk menyetubuhi korban. Pengakuannya, ia melakukan ini untuk mengobati penyakit spilis yang dideritanya.Teman-temannya memberi saran agar saat berhubungan badan ia tidak pakai kondom. “ Tapi saya menolak. Saya sampaikan, kalau saya sudah dapat, nanti di waktu yang lain saya bawakan korban,” ungkapnya.

Namun setelah terus didesak Wan, S mau menyerahkan pacarnya.  Setelah itu S pergi membeli Miras dan kondom. Selanjutnya korban diajak menemui para pelaku di lokasi yang telah ditentukan, tepatnya di Desa Bagik Payung Timur.” Setelah saya kasih mereka Miras, saya  bersama korban kemudian  kembali. Tapi pelaku lainnya kembali nelpon saya, minta dibawakan rokok juga,” ujarnya.

S kemudian kembali mengajak korban nonton acara musabaqah. Tak lama kemudian pelaku lain menelponnya, meminta korban dibawa ke tempat mereka pesta Miras.” Sampai saya disana, mereka menyuruh saya masuk ke dalam kebun untuk setubuhi korban, tapi korban menolak. Dan saya terus rayu, dan korban tetap tidak mau,”  jawab S kepada polisi.

Karena korban menolak, pelaku  terus berupaya merayu korban. Bahkan korban sempat dijanjikan akan dinikai asalkan mau disetubuhi. Korban tetap menolak hingga kemudian datang pelaku lain. Dimana mereka juga ingin meminta jatah. Korban sempat berupaya melarikan diri.” Saya pun diminta untuk mengamankan korban. Dan saya berupaya menenangkannya.   Pelaku lain kemudian  mengajak saya bawa korban ke lokasi yang lain. Ketika itu korban di diboncengi pelaku Wan dan Pendi,” terangnya.

Setelah itu korban kemudian dibawa oleh  pelaku Wan dan Pendi . S dan Bul mengikuti dari belakang. Ketika itu korban sempat diajak keliling oleh pelaku Wan dan Pendi untuk mencari tempat  yang lebih aman. “Saya sempat kehilangan jejak. Saya pun langsung mengejar mereka. Namun karena tidak ketemu kemudian saya telpon Wan. Saya diberitahu  mereka berada di jalur menuju Geres. Langsung saya ke sana,” lanjutnya.

Setibanya di lokasi, korban sudah ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan   diri di tengah jalan  setelah melompat dari atas motor. Mereka mengangkat korban  dengan tujuan untuk dibawa ke gudang mebel di wilayah Sukarma. Namun di tengah jalan, tepatnya di sekitar Korleko, korban yang tidak sadarkan diri diperkosa oleh S dan Pendi.” Setelah selesai, korban langsung kami bawa ke gudang mebel tempat saya kerja di Sukarma. Disana sudah menunggu pelaku Wan dan Bul. Korban kembali diperkosa oleh dua pelaku ini,” terangnya.

Setelah dua pelaku ini melampiaskan nafsu bejatnya, korban yang tidak sadarkan diri kemudian  dibawa pergi dengan tujuan untuk disadarkan. Namun karena kondisi korban yang parah, mereka memutuskan membawa korban ke Puskesmas. Di perjalanan korban meninggal dunia.

BACA JUGA: Taman Udayana Jadi “Markas” Pengguna Narkoba?

Kasatreskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Pusuranam Utama mengatakan, S terpaksa dilumpuhkan saat ditangkap. “DPO yang kita cari yang merupakan pelaku utama juga sudah kita ungkap,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan, pelaku utama inilah yang mengajak pelaku lainnya untuk menyetubuhi korban. Prilaku para pelaku ini sangat biadab. Mengingat aksi bejat yang mereka lakukan menyebabkan korban harus meregang nyawa.” Pelaku utama dan tiga pelaku lainnya teman akrab. Karena sering konsumsi Miras bersama,” ujarnya.

Jalinan asmara antara S dan korban baru berlangsung sekitar dua minggu. Pelaku S mengenalkan korban ke tiga pelaku lainnya. “Jadi pelaku utama  ini sudah punya itikat jahat untuk memperkosa korban,” pungkasnya.(lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut