Pekan Ini Honor GTT Dicairkan

Jaka Wahyana ( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Dikbud Provinsi NTB Jaka Wahyana menyampaikan jika pada pekan ini gaji guru honor dan GTT dicairkan. Semua proses pencairan sudah dilakukan dan tinggal menunggu tandatangan Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan.

“Insyaallah pekan ini cair, sudah diajukan total untuk honor dan GTT guru SMA, SMK maupun SLB se-NTB,” kata Jaka Wahyana kepada Radar Lombok, kemarin.

Dikatakan Jaka, pembayaraan setiap bulan dibayarkan sesuai dengan jasa jam mengajar (JJM). Dalam JJM itu sudah jelas ketentuannya adalah Rp 40 ribu per jam. Setelah ditandangani baru langsung masuk melalui rekening masing-masing guru penerima.

BACA JUGA :  Orang Tua Jangan Paksakan Kehendak

Untuk diketahui, tenaga guru non ASN jenjang SMA, SMK dan SLB se-NTB jumlahnya sebanyak 7.022 orang. Dengan rincian untuk SMA sebanyak 3.836 guru, SMK 3.001 orang dan SLB sebanyak 185 orang, sehingga totalnya menjadi 7.022 orang GTT.

Setelah direkap total GTT di NTB sebanyak 7.022 orang dan anggaran yang disiapkan sebesar Rp 5,269.760.000. Jaka berharap kepada GTT di NTB supaya tetap semangat melaksanakan tugas mereka mengajar peserta didik, meski di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Jaka, meskipun di tengah pandemi Covid-19, namun tidak pernah menyurutkan semangat guru untuk memastikan layanan di satuan pendidikan. Hal ini, menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Dinas Dikbud NTB.

BACA JUGA :  Dewan Pendidikan Kecam Pemukulan Guru

“Kita berharap guru tetap sehat untuk siswa yang menjadi tanggungjawab mereka di sekolah,” ujarnya.

Jaka mengakui jika anggaran untuk gaji GTT tahun ini mengalami penurunan, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan, kondisi keuangan daerah yang terpaksa mendapatkan refocusing yang berujung pada pengurangan sejumlah item anggata kegiatan, termasuk di dalamnya dana GTT.

“Kalau sebelum Covid-19 justeru mengalami peningkatan yang signifikan. Namun kita juga harus memaklumi, karena semua lini berpengaruh karena pandemi Covid-19 ini,” katanya. (adi)