Montong Ajan Disapu Banjir Bandang

PRAYA-Banjir bandang melanda warga Torok Aik Belek Desa Montong Ajan Kecamatan Praya Barat Daya, Sabtu malam (24/9).

Bencana ini turun sejak hujan lebat mengguyur wilayah Lombok Tengah dan sekitarnya, Sabtu siang lalu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, HL Nurpuri menuturkan, banjir bandang ini terjadi sekitar pukul 21.21 Wita, Sabtu malam. Banjir bandang ini disebabkan banyaknya tanah bebukitan yang longsor di wilayah itu. Sementara hujan deras terus turun sepanjang malam itu. ‘’Penyebabnya hujan deras dan tanah longsor di wilayah itu,’’ papar Nurpuri, kemarin (24/9).

Informasi yang dihimpun BPBD kemarin, kondisi terparah terjadi di Dusun Torok Aik Belek dan sekitarnya. Dalam musibah ini, sekitar 96 jiwa penduduk setempat harus diungsikan ke lima titik. “Pengungsian masih di sekitar Desa Montuong Ajan,” tambahnya.

Nurpuri mengaku, pihaknya telah mendata korban, baik material maupun jiwa. Tapi, dalam musibah ini tidak ada korban jiwa melainkan kerugian material saja. Seperti rumah rusak, lahan, dan ternak korban yang hilang. “Tadi malam kita hanya sebatas melakukan pendataan. Beberapa tim kesehatan dari Puskesmas setempat, juga ada dilokasi memberikan pertolongan,” ungkapnya.

Nurpuri juga mengaku sudah memberikan pertolongan pertama kepada korban kemarin. Korban masih di titik pengungsian dan belum berani balik ke kampung mereka lantaran masih trauma. “Kita sudah siapkan bantuan bagi mereka, dan sampai saat ini mereka masih menetap di pengungsian. Mereka beralasan masih trauma,” ujarnya.

Ditambahkan Sekda Lombok Tengah, H Nursiah mengaku langsung turun ke lokasi bencana bersama rombongan. Beberapa rumah dan penyebab terjadinya banjir sudah didata dan selanjutnya pemerintah sudah mempersiapkan bantuan. “Hari ini (kemarin, Red) Disosnakertran sudah mendropkan beras dan dari PU sendiri, saya sudah minta untuk segera menganggarkan untuk perbaikan parit dan beberapa gorong-gorong,” katanya.

Sambung Nursiah, penyebab terjadinya longsor di wilayah itu karena debit air terlalu besar. Sehingga membuat air di beberapa parit meluap karena beberapa gorong-gorongnya tersumbat sampah dan ranting. Pemkab belum bisa memprediksikan berapa anggaran yang akan dikucurkan. “Saya sudah minta kepada Camat Praya Barat Daya untuk mendata. Dari hasil pendataan ini baru kami bisa menilai berapa yang harus dicairkan,” ungkapnya.

Dalam musibah ini, Nursiah mengharapkan masyarakat kembali menanamkan nilai-nilai kegotong royongan dan kesadaran bersama. Rendahnya kesadaran masyarakat yang membuang sampah di sembarang tempat membuat banjir ini terjadi. “Kita tetap meminta kepada masyarakat untuk menghidupkan pola lama, yakni penanaman kesadaran dan gotong royong,” pintanya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Lombok Tengah, AKP Made Suparta mengatakan setelah mendaptkan laporan banjir bandang ini, pihaknya langsung meminta kepada Polsek Praya Barat Daya, untuk turun membantu masyarakat. Informasinya ketinggain air banjir ini sekitar kurang lebih 50 centimeter. Beberapa jalan menuju ke lokasi tidak bisa dilalui lantaran masih banyaknya tumpukan tanah dan batu di tengah jalan. ‘’Tidak ada korban jiwa, hanya beberapa ekor ternak yang mati dan kerugian material lainnya,’’ tambahnya. (cr-ap)