MFSC Sukses Hipnotis Penonton

SEMARAK: Inilah penampilan peserta Mandalika Fasion Street Carnival yang diselenggarakan di halaman kantor Bupati Lombok Tengah, Jumat (18/2). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Pagelaran Mandalika Fashion Street Carnaval (MFSC) sukses menghipnotis penonton, Jumat (18/2). Karnaval yang diselenggarakan Pemkab Lombok Tengah di kantor bupati setempat ini sebagai rangkaian menyambut enet tahunan bau nyale.

Dalam karnaval ini, ragam atraksi budaya ditampil untuk penonton yang menyaksikan pagelaran itu. Kegiatan ini diikuti peserta dari perwakilan 12 kecamatan di Lombok Tengah. Kegiatan itu dibuka langsung Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri dan dihadiri semua jajarannya serta Forkopimda.

Dalam karnaval ini, setiap peserta mengenakan fashion yang didesain khusus menggambarkan sosok Putri Mandalika, sosok putri yang menjadi legenda lahirnya tradisi bau nyale atau cacing laut setiap tahunnya. Karnaval ini juga menampilkan pemenang Putri Mandalika 2022, Baiq Anggia Azzahra Halba asal Lombok Timur. Secara bergantian, setiap kelompok peserta menunjukan atraksi mereka yang semuanya berbau budaya.

Bupati Lombok Tengah, H Lalu Pathul Bahri menyampaikan, kegiatan ini meruapakan agenda yang terus dilakukan setiap tahun. Acara seperti itu akan terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya untuk memeriahkan event bau nyale. Meski pada tahun ini, rencana mendatangkan artis nasional  tidak jadi dilakukan pada malam puncak. Karena dikhawatirkan akan terjadi kerumunan massa yang begitu banyak. “Sehingga kami dari Forkopimda dengan petunjuk saran dari Provinsi NTB, maka kegiatan mendatangkan artis itu tidak dilakukan. Bahkan kegiatan malam bau nyale kita bagi di beberapa titik, mulai dari ujung timur dan sepanjang pantai yang ada di wilayah selatan,” ungkap Lalu Pathul Bahri saat membuka kegiatan karnaval di kantor Bupati Lombok Tengah, kemarin.

BACA JUGA :  Satpol PP Sita Ratusan Liter Tuak dan Berem

Selain acara karnaval ini, Pathul juga mengaku sudah mengadakan pemilihan Putri Mandalika 2022. Kemudian lomba memasak hidangan atau memasak ikan di halaman kantor Bupati Lombok Tengah dan beberapa kegiatan lainnya. Baru nantinya pada malam bau nyale akan ada juga berbagai macam hiburan, seperti di pantai Torok Aik Belek ada wayang dan beberapa kegiatan lainnya di berbagai lokasi yang sudah ditentukan. “Berbagai kegiatan ini tidak lepas karena semangat kita untuk mendongkrak kondisi ekonomi masyarakat dengan adanya event bau nyale ini. Kita juga harus yakini bahwa dengan adanya event bau nyale akan semakin membuat baik berbagai sektor kedepan. Apalagi kegiatan ini sudah masuk kalender event nasional,” terangnya.

Ketua panitia karnaval, Achmad Rifani menimpali, kegiatan ini menampilkan pesona keindahan adat istiadat Lombok Tengah yang diramu dalam sebuah fashion show spektakuler. Selain untuk memeriahkan bau nyale, tapi kegiatan ini juga dilakukan sebagai ajang promosi potensi pariwisata di bidang kebudayaan dan seni tradisional Lombok yang masih lestari. “Ini juga sebagai salah satu upaya kita dalam melestarikan kebudayaan. Pada karnaval ini kita menampilkan berbagai aneka busana kreasi adat Lombok yang disanding dengan seni tradisionalnya yang masih terus kita lestarikan di tengah masyarakat,” terangnya.

BACA JUGA :  Jaksa Bidik Pembangunan Puskesmas Mangkung dan Awang

Dalam kegiatan tersebut, semua dikemas sebaik mungkin dengan harapan penonton bisa melihat berbagai potensi yang ada. Terlebih saat ini, potensi wisata budaya di daerah itu sangat banyak. Hampir dis eluruh kecamatan memiliki khas yang menarik dilihat wisatawan. Terlebih sebenarnya wisatawan ini sangat senang dengan kearifan budaya lokal. “Dari segi penampilan semua hal yang berkaitan dengan budaya lokal, kita tampilkan. Tapi dengan adanya pandemi membuat peserta juga menjadi terbatas. Ini menjadi daya tarik yang sangat bagus untuk meningkatkan minat wisatawan untuk datang,” tandas lelaki yang karib disapa Ifan ini. (met)